Majalah Sora|Tuesday, March 26, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » UNBK 2018, Siswa SMKN 15 Kota Bandung Diberi Kelancaran

UNBK 2018, Siswa SMKN 15 Kota Bandung Diberi Kelancaran 

SONY DSCDrs. Slamet Heryadi, M. Pd., Kepala SMKN 15 Kota Bandung 

majalahsora.com, Kota Bandung – Sebanyak 304 siswa kelas XII SMKN 15 Kota Bandung, dari jurusan/program keahlian pekerjaan sosial dan perhotelan, mengikuti kegiatan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), yang dilangsungkan dari tanggal 2-5 April 2018. Setiap hari mengujikan satu pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, matematika, Bahasa Inggris dan teori kejuruan.

Untuk UNBK tahun ini menggunakan 105 unit komputer yang telah dimiliki oleh sekolahnya. Selain itu belum lama ini SMKN 15 Kota Bandung mendapat bantuan dari Disdik Jabar, berupa 15 unit laptop, di akhir April 2018, sebelumnya Maret 2018, memperoleh 6 unit komputer (pc).

ombusmand monev unbk di smkn 15 bandungOmbudsmand sedang melakukan monitoring UNBK 2018 di SMKN 15 Kota Bandung, Rabu (4/4/2018)

Pengawas silangnya dari SMK Puragabaya dan SMK Kiansantang. Jumlahnya ada 24 guru. Setiap harinya ada enam orang guru yang mengawas, untuk tiga ruangan yang digunakan.

Slamet Heryadi, Kepala SMKN 15 Kota Bandung, menjelaskan bahwa kegiatan UNBK di sekolah yang berada di Jalan Gatot Subroto No 4, Burangrang, Lengkong, berjalan lancar. “Alhamdulillah sampai saat ini pelaksanaan UNBK di kami berjalan lancar, kami bagi tiga shift. Didukung listrik yang memadai, yaitu 23.000 watt, menggunakan lima server, tiga utama, dua cadangan. Kalau untuk sambungan internet kami menggunakan fiber optik Indihome. Selain itu kami pun telah mendapat bantuan 15 unit laptop dan 6 pc dari Disdik Jabar, terima kasih atas bantuannya. Untuk kelancaran kegiatan, petugas proktornya ada lima orang termasuk satu proktor utama, teknisi 1 orang,” kata Slamet, di kantornya belum lama ini.

SONY DSCPoto kiri ke kanan – Heri Firmansyah (Proktor Utama), Asep Cahaya Permana (Proktor Ruang), R. Idham Aziz (Teknisi) dan Reggy Yudha Wiratama (Proktor Ruang)

Masih kata Slamet, siswa SMKN 15 Kota Bandung sudah terbiasa melakukan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan komputer dan IT. “Secara pemahaman pelaksanaan UNBK, siswa kami tidak menemui kendala,” imbuh Slamet.

Ia pun sangat respek terhadap pemerintah yang terus menggulirkan dan meningkatkan pelaksanaan UNBK. Di antaranya dalam upaya menghemat biaya. “Yang saya tahu, dulu waktu ujian nasional menggunakan kertas, biayanya menghabiskan anggaran negara sebesar Rp 600 miliar,” ujar mantan Kepala SMKN 14 Kota Bandung.

SONY DSCKeadaan UNBK di SMKN 15 Kota Bandung

Di samping itu, kata Slamet UNBK juga aman dari kecurangan, kebocoran soal, serta lebih efektif dalam penyebaran soalnya.

Dirinya berharap, sekolah yang melaksanakan UNBK secara mandiri bertambah banyak, karena kini tidak sedikit SMK yang masih gabung di sekolah lain. Secara pelaksanaan pun ke depan bisa dipangkas menjadi dua shift.  

Hal itu diamini oleh Asep Cahaya Permana. “Mudah-mudahan kami bisa menambah 50 unit komputer lagi untuk 3 ruangan, dan pelaksanaan UNBK di kami bisa 2 shift,” kata Asep, yang menjadi Proktor Ruang.

SONY DSC304 siswa kelas XII SMKN 15 Kota Bandung, dari jurusan/program keahlian pekerjaan sosial dan perhotelan, mengikuti kegiatan UNBK. SMP YPU dan Muslimin Kota Bandung akan ikut UNBK di SMKN 15

Masih berkaitan dengan UNBK, Rabu 4/4/2018, SMKN 15 Kota Bandung kedatangan dua anggota Ombudsman, untuk memantau serta memonitoring pelaksanaannya.

Dari pantauan majalahsora.com, sampai sesi kedua pelaksanaan UNBK di hari terakhir, Kamis (5/4/2018), di SMKN 15 tidak terjadi gangguan yang berarti.

Selain itu berhasil mewawancarai pesertanya, yaitu Natasya, April dan Nurul, ketiganya dari jurusan/program keahlian perhotelan, dimintai pendapatnya mengenai pelaksanaan dan soal UNBK tahun ini.  

Kata mereka soalnya gampang-gampang susah. “Pelajaran Bahasa Indonesia tidak begitu susah begitu juga pelajaran teori kejuruan. Bahasa Inggris lumayan. Kalau yang paling susah itu pelajaran matematika,” katanya, Kamis, (5/4/2018) di kampus SMKN 15.

Saat ditanya mengenai perbandingan ujian menggunakan kertas dan komputer, mereka kompak menjawab, lebih enak menggunakan komputer. “Kalau waktu masih menggunakan kertas itu agak ribet, karena harus melingkari, dan menghapusnya takut kertas rusak. Kalau pakai komputer lebih enak. Meskipun masih ada kendala, seperti suka loading, tapi tidak sampai mengganggu, seperti pas mau mengisi soal berikutnya, tapi itu juga dalam hitungan detik,” kata April.

SONY DSCPoto kiri ke kanan – Nurul, April dan Natasya, kelas XII-Perhotelan-I

Beda dengan April, Nurul dan Natasya menjelaskan bahwa komputer yang ia gunakan tidak pernah merasakan loading. “Alhamdulillah kalau komputer saya normal dan lancar. UNBK di kami dilaksanakan tiga shift, saya pun merasakan semua shift, satu hari masuk pagi-pagi, dua kali masuk siang, dan sekali masuk sore. Kalau pagi-pagi kita masih fresh, tapi pas masuk sore agak gimana gitu,” terang Nurul dan Natasya.

Mereka berharap UNBK tetap dijalankan, karena lebih praktis, apalagi di tambah fasilitas SMKN 15 Kota Bandung yang sudah memadai. [SR]***