Majalah Sora|Monday, March 18, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Tuntutan Guru Basa Sunda se-Jawa Barat Untuk Gubernur Jabar

Tuntutan Guru Basa Sunda se-Jawa Barat Untuk Gubernur Jabar 

rekor puisi sunda gedung satePoto kiri ke kanan: Pihak MURI, Eulis, Ketua Sabumi, Uu Ruzhanul Ulum, Wakil Gubernur Jabar, Encep Ridwan, Ketua MGMP SMA Basa Sunda Jabar, serta H, Sobandi Kepala SMA Pasundan 1 Kota Bandung

majalahsora.com, Kota Bandung – Guru Basa Sunda se-Jabar (SD/MI,SMP/MTs, SMA/SMK/MA) yang diwakili oleh Ketua MGMP Basa Sunda SMA, Encep Ridwan serta Sobandi Kepala SMA Pasundan belum lama ini menyerakan beberapa tuntutannya (rekomendasi) kepada Gubernur Jabar.

Ada tujuh rumusan yang telah dituangkan dalam tulisan tersebut. Ketujuh rumusan tersebut merupakan hasil dari FGD (Focus Grup Discussion) terkait peran pendidikan basa Sunda dalam melestarikan budaya Sunda di lingkungan pendidikan dan masyarakat. Di gelar di aula kantor HU Pikiran Rakyat, tanggal  19/9/2018.

Tuntutannya sendiri telah diserahkan langsung kepada Wakil  Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, di sela-sela kegiatan memecahkan rekor MURI “Gebyar Puisi Basa Sunda” yang digelar di halaman Gedung Sate, Sabtu (20/10/2018) lalu.

Adapun isi dari ketujuh tuntutan/rekomendasi tersebut, yaitu:

  1. Pemerintah Propinsi Jawa Barat harus lebih memperhatikan pendidikan bahasa Sunda baik melalui lembaga formal maupun informal. Di persekolahan mata pelajaran bahasa Sunda wajib diajarkan pada jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK sesuai Pergub No 69 Tahun 2013.
  2. Pemerintah Propinsi Jawa Barat harus mendirikan kembali Balai Pengembangan Bahasa dan Kesenian Daerah (BPBKD) sebagai tanggung jawab pemerintah daerah dalam memelihara dan mengembangkan bahasa dan kesenian daerah seperti diamanatkan Perda No 14 Tahun 2014.
  3. Pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan perlu menyelenggarakan Olimpiade bahasa Sunda bagi siswa dan guru secara berjenjang, sebagaimana pemerintah pusat menyelenggarakan olimpiade untuk mata pelajaran (mapel-mapel) umum.
  4. Pemerintah Propinsi Jawa Barat perlu mendorong dibentuknya “Kelas-kelas Sunda” di setiap sekolah di wilayah Propinsi Jawa Barat yang difungsikan sebagai laboratorium budaya Sunda, Museum mini budaya Sunda, serta pusat pembelajaran bahasa Sunda yang dukungan oleh teknologi digital.
  5. Perlu diberlakukan “Sehari Berbahasa Sunda” baik di lingkungan pendidikan, instansi, maupun di lingkungan masyarakat.
  6. Perlu diberlakukan pembiasaan memperdegarkan lagu-lagu daerah berbahasa Sunda dan info layanan masyarakat melalui pelantang suara (speaker) pada jam-jam tertentu di spot-spot strategis seperti taman, batas kota, sekolah, stopan, stasiun KA, terminal dan di kantor instansi pemerintah.
  7. Perlu adanya promosi Budaya Daerah yang didanai oleh APBD Provinsi Jawa Barat. [SR]***