Majalah Sora|Monday, March 18, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » SMK Nusantara Raya Dapat Bantuan Pemkot Bandung

SMK Nusantara Raya Dapat Bantuan Pemkot Bandung 

SONY DSC Hendi Hidayat, S.Pd., Kepala SMK Nusantara Raya Kota Bandung Jalan Antapani No.28, Kel. Cicaheum, Kec. Kiaracondong

majalahsora.com, Kota Bandung – SMK Nusantara Raya mendapat bantuan dana hibah dari Disdik/Pemkot Bandung. Total dana yang diterimanya sekitar Rp 600 jutaan lebih, masuk ke rekening sekolahnya minggu ke tiga bulan Desember 2018 lalu.

Peruntukannya untuk dana personal siswa (sebanyak 127 orang dari 270-an siswanya), investasi, dan operasional.

Hal di atas sesuai penuturan Asep Bendahara SMK Nusantara Raya kepada majalahsora.com, Senin (11/3/2019) di kantornya.

Saat ditanya mengenai alokasi penggunaan dana personal, dirinya memaparkan dimanfaatkan untuk 127 siswa (kelas X-XII) warga Kota Bandung dari lima jurusan, yaitu administrasi perkantoran, pemasaran, rekayasa perangkat lunak, teknik komputer jaringan dan teknik sepeda motor.

“Dari dana tersebut siswa kami mendapatka seragam putih abu, seragam putih-putih, olah raga, batik, pramuka, jas almamater, seragam profesi, atribut lengkap. Di samping itu diberi tas alat tulis, buku, sepatu, kaos kaki, transport, dan lainnya,” kata Asep.

Sedangkan untuk dana investasi dimanfaatkan untuk sarana prasaran persiapan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).

“Untuk persiapan UNBK kami belikan komputer, server. Selain itu membeli mebeler untuk praktek siswa, printer, laptop, cctv, dan lainnya,” terangnya.

Sementara itu penggunaan alokasi dana operasional digunakan untuk kegiatan ekskul, kegiatan rumah tangga sekolah, kegiatan kesiswaan dan kesekretriatan.

“Alhamdulillah dananya telah sesuai peruntukannya dan pelaporannya telah selesai diserahkan ke Disdik Kota Bandung awal Januari 2019,” kata Asep.

SONY DSCAsep Bendahara SMK Nusantara Raya Kota Bandung

Pada kesempatan yang sama Hendi Kepala SMK Nusantara Raya memaparkan dana hibah tersebut sangat bermanfaat. Terutama untuk kegiatan pengadaan sarana prasarana, bantuan siswa RMP (Rawan Melanjutkan Pendidikan) atau kurang mampu, khususnya para alumninya yang telah lulus.

“Biasanya alumni yang sudah lulus banyak tunggakan ke sekolah sehingga setelah lulus banyak ijasah tidak dibawa. Setelah dua tahun berturut-turut sekolah kami mendapat bantuan hibah, ijasah bisa diambil oleh para lulusan yang memiliki tunggakan. Bantuannya (personal) sebesar Rp 2 juta, namun umumnya tunggakannya lebih dari itu, sekitar Rp 5 jutaan,” kata Hendi.

Lebih lanjut dirinya memaparkan bahwa dengan dana tersebut sekolahnya sangat terbantu. Hendi pun berharap dana bantuan sejenis tetap ada di tahun selanjutnya, dan penggunaan/pengelolaanya bisa seperti tahun 2017 dan 2018 mandiri oleh sekolah. [SR]***