Majalah Sora|Wednesday, March 20, 2019
You are here: Home » Hot » SMAN 24 Kota Bandung Menjalin Kerjasama Dengan BNI Dalam Layanan Digital Siswanya

SMAN 24 Kota Bandung Menjalin Kerjasama Dengan BNI Dalam Layanan Digital Siswanya 

layanan terintegrasi digital sman 24 bandung gb 2Poto kiri ke kanan: Dewi Sartika Kadisdik Jabar, CEO Bank BNI, dan Iwan Setiawan Kepala SMAN 24 Bandung

majalahsora.com, Kota Bandung – Layanan digital terintegrasi merupakan layanan kerjasama antara SMAN 24 Kota Bandung, dengan orang yang bisa menfasilitasi pihak sekolah dalam memberikan layanan secara digital (Bank BNI).

Jumat 15 Pebruari 2019 kerjasama antara SMAN 24 Kota Bandung dan BNI dilangsungkan di kampus SMAN 24 Kota Bandung Jalan A.H. Nasution no 27, Kelurahan Pasir Endah, Kecamatan Ujung Berung. Peresmiannya sendiri dilakukan oleh Dewi Sartika Kadisdik Jabar, CEO Bank BNI serta Iwan Setiawan Kepala SMAN 24 Bandung.

Acaranya dihadiri Uu Rukmana, Komite Sekolah, Pengawas SMA Disdik Jabar, aparat kewilayahan, Kepala SMA/SMK negeri swasta di Kota Bandung, orangtua siswa, dan lainnya.

“Kebetulan ada salah satu vendor yang bisa memfasilitasi, untuk itu dalam hal ini Bank BNI yang memberi kesempatan kepada kita. Terima kasih Bank BNI,” kata Iwan Jumat (15 /2/2019) di sela-sela kegiatan.

Menurut Iwan isi layanan digital terintegrasi di SMAN 24 merupakan aplikasi/sistem bagaimana komunikasi pihak sekolah dengan orangtua siswa secara digital/malalui android.

“Dari awal dijelaskan oleh pihak BNI bahwa namanya oleh mereka disebut Edu Patrol tapi kalau kita menyebutnya layanan digital terintegrasi. Karena di dalamnya bisa menginformasikan tentang absensi siswa ketiha hadir di sekolah, jam berapa datang dan pulangnya, tersampaikan seluruhnya setiap hari,” katanya.

Selain itu ketika ada ulangan pihaknya menggunakan Edu Box dan android yang dimiliki oleh siswa SMAN 24.

SONY DSCIwan Setiawan saat diwawancara awak media

“Nilainya langsung muncul di HP anak tersebut. Apabila orangtua siswa masuk akunnya, orangtua bisa melihat kehadiran, hasil nilai ulangannya serta laporan penilaian sementara. Edu Box sebenarnya sudah ada ketika kepala sekolah terdahulu,” terang Iwan.

Ke depan menurut Iwan Bank BNI akan memberikan bantuan berupa perpustakaan digital.

Masih berkaitan dengan Edu Patrol atau layanan digital terintegrasi, dari berbagai sumber yang diperoleh majalahsora.com, layanan tersebut akan membantu Bapak/Ibu Gurunya dalam membuat e-rapot.

Di samping itu Edu Patrol membantu pihak SMAN 24 dalam bidang administrasi, seperti membayar SPP/DSP langsung melalui bank BNI terdekat.

Diharapkan dengan layanan tersebut bisa membantu untuk mewujudkan SMA Negeri 24 Bandung menjadi sekolah, dengan layanan administrasi terbaik berkat kerjasama dengan Bank BNI.

Peresmian Laboratorium IPA

SONY DSCBerfoto di lab IPA yang baru diresmikan,  bersama Kadisdik Jabar, Uu Rukmana, Komite SMAN 24 Kota Bandung, Kepala SMA, dan lainnya.

Selain peresmian layanan digital terintegrasi, pada hari yang sama Jumat 15 Pebruai 2019 juga dilangsungkan peresmian laboratorium IPA SMAN 24 Kota Bandung oleh Dewi Sartika.

Berkaitan dengan itu menurut Iwan laboratoriunya bisa meningkatkan dan menciptakan mutu pendidikan yang diharapkan.

“Bangunan ini merupakan bantuan dari pemerintah (DAK) yang tetap konsisten dalam membantu dunia pendidikan di berbagai sisi, sesuai dengan kebutuhan dan keperluan sekolah,” kata Iwan.

“Kebetulan SMAN 24 kota Bandung memerlukan laboratorium IPA. Mendapatkannya di awal semester atau tepatnya di pertengahan tahun 2018. Selesai pembangunannya di akhir tahun 2018. Hari ini Jumat (15 Pebruari 2019) diresmikan oleh Ibu Dewi Sartika Kadisdik Jabar,” imbuhnya.

Harapannya dengan adanya bangunan tersebut, akan meningkatkan keterampilan dan mutu kualitas anak didik atau lulusan yang dihasilkan oleh SMAN 24.

Lebih lanjut dirinya memaparkan dengan hadirnya Kadisdik Jabar sebagai penyemangat dan daya dukung terhadap institusi pendidikan dan sekolah yang dipimpinnya.

Sementara itu Dewi Sartika mengapresiasi upaya SMAN 24 Kota Bandung dalam memberikan  layanan digital terintegrasi, apalagi terkait/menghadapi era revolusi industri 4.0 yang serba digital/ robotik.

“Kita harus mengantisipasi dan melakukan penguatan-penguatan baik itu untuk peserta didik, termasuk para guru dan kepala sekolah. Termasuk dalam memberikan pelayanan terbaik, termudah dan tercepat bagi orangtua siswa,” kata Dewi usai kegiatan, kepada awak media.

“Tadi ada layanan terpadu. Menurut saya sesuatu yang luar biasa. Seharusnya bisa diadakan di sekolah lainnya, baik SMA/SMK maupun SLB di Jabar,” tambah Ike, panggilan akrab Kadisdik Jabar.

Berkaitan dengan peresmian laboratorium IPA, Ike memaparkan bahwa hal itu merupakan salah satu cara untuk meningkatkna mutu sekolah.

“Karena ternyata indikator dari keberadaan lab beserta laborannya itu, yang menyebabkan mutu pendidikan di Jabar masih rendah. Karena nilainya kalau ada standat 1-6, standarnya masih 1. Ini juga merupakan upaya percepatan yang cukup baik, untuk menyelesaikan permasalahan ketersediaan lab dan SDM laborannya,” katanya.

Disdik Jabar pun menurut Dewi harus menghasilkan SDM laboran-laboran yang bisa disebarkan ke seluruh SMA/SMK di seluruh Jabar.

“Ini merupakan salah satu tantangan kita. Ternyata SDM yang bermutu dan berkualitas masih kekurangan. Hal itu menjadi tuntukan ke arah yang lebih bagus,” pungkas Dewi. [SR]***