Majalah Sora|Wednesday, March 20, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » SMAN 18 Kota Bandung Dikunjungi Rombongan Kepala Sekolah se-Kab. Lombok Tengah NTB

SMAN 18 Kota Bandung Dikunjungi Rombongan Kepala Sekolah se-Kab. Lombok Tengah NTB 

SONY DSCDrs. H. Sugiarto, M.M., Kepala SMAN 18 Kota Bandung

majalahsora.com, Kota Bandung – Drs. H. Sugiarto, M.M., (Toto) Kepala SMAN 18 Kota Bandung, beberapa waktu lalu terpilih mengikuti program Kemitraan Kepala Sekolah, yang diselenggarakan oleh Dirjen GTK Subdit Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus dan Satuan Pendidikan Indonesia Luar Negeri, Kemendikbud.

SONY DSCKadian, S.Pd., M.Pd., Kepala SMAN 4 Prayan Lombok Tengah, merangkap sebagai Ketua MKKS SMA se-Lombok Tengah Propinsi Nusa Tenggara Barat

Pada program tersebut Toto harus menularkan ilmunya kepada kepala sekolah, sekolah imbas. Di antaranya mengenai manajemen kurikulum, supervisi pendidikan serta ekosistem lingkungan.

SONY DSCDrs. H. Sugiarto berfoto dengan H. Moh. Rusnan, S.Pd., M.Pd, Kepala SMAN 1 Praya Barat Daya, Kab. Lombok Tengah

“Alhamdulillah, sewaktu menjadi Kepala SMAN 5 Kota Bandung, saya terpilih mengikuti program tersebut. Waktu itu SMA/SMK masih di bawah naungan Disdik Kota Bandung. Untuk OJL (on the job learning) pertama, saya ditugaskan ke SMAN 1 Perbaungan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara,” ujar H. Toto, Jum’at sore (17/11/2017) di ruang kerjanya.

SONY DSC29 Kepala SMA negeri Swasta se-Kab. Lombok Tengah berkunjung ke SMAN 18 Kota Bandung

Di sana, dirinya mengimbaskan bidang  KTSP, penyusunan buku dokumen 1, dokumen 2 dan dokumen 3, yang benar dengan tahapan-tahapannya, termasuk pemilihan tim di dalamnya.

SONY DSCKhairil Kepala SMA NW Darul Mahmudin Kab. Lombok Tengah, Propinsi Nusa Tenggara Barat

“Selain itu saya pun menjelaskan mengenai supervisi pendidikan, PBM (proses belajar mengajar) serta cara mengevaluasinya, baik dari perencanaan maupun tindak lanjutnya,” jelas Toto.

SONY DSCPenuh keakraban

Tidak ketinggalan Toto pun menularkan mengenai pengelolaan ekosistem lingkungan yang baik dan benar. “Pengelolaan ekosistem lingkungan itu bukan hanya mengenai lingkungan hidup saja, tapi bagaimana sekolah bisa menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk kemajuan sekolah. Seperti efektif tidaknya komite sekolah, pengawas pembina, alumni, juga dengan perguruan tinggi.  Di samping itu menjalin kerjasama dengan lingkungan SMA/SMK di sekitar lingkungan sekolah. Begitu pun dengan dunia usaha dan industri.

SONY DSCH. Toto menyambut hangat para Kepala Sekolah SMA dari lombok Tengah

“Setelah saya menjadi  Kepala SMAN 18 Kota Bandung dan SMA/SMK alih kelola oleh Disdik Propinsi Jawa Barat yang dipimpin Pa Ahmad Hadadi, saya kembali dipercaya mengikuti program Kepala Sekolah Mitra. Hal itu tidak terlepas dari dukungan dan restu dari Pa Dede Amar, kepala BP 3 Wilayah IV. Selanjutnya melaksanakan OJL kedua ke SMAN 1 Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dengan tugas yang sama. Inti dari program Kemitraan Kepala Sekolah adalah mengimbaskan naon-naon anu sakedahna (apa yang seharusnya) ada di sekolah,” imbuhnya.

angklung sman 18 bandungTampilan tim angklungnya diapresiasi oleh 29 Kepala SMA dari Lombok Tengah  

Kini hasilnya pun sudah terasa, baik oleh SMAN 1 Perbaungan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara dan  SMAN 1 Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Program Kemitraan Kepala Sekolah rencananya berlangsung hingga tahun 2019.

SONY DSCBerfoto bersama

“Kami sebagai sekolah mitra, terus melakukan komunikasi yang lebih intensif di mana SMAN 18 Kota Bandung mempunyai tugas mengimbaskan apa saja yang sudah baik di SMAN 18 Kota Bandung. Di antaranya tertib di bidang administrasi dan organisasi, sebagai wujud dari komunikasi atau kemitraan. SMAN 18 pun kini terus meningkatkan program akademik dan non akademiknya,” kata mantan Kepala SMAN 15 Kota Bandung. 

SONY DSCLina Fera Herliana, S.Pd., Wakasek Humas SMAN 18 Kota Bandung

Berkaitan dengan hal itu, Jum’at pagi (17/11/2017) SMAN 18 Kota Bandung mendapat kunjungan balasan dari H. Moh. Rusnan, S.Pd., M.Pd, Kepala SMAN 1 Praya Barat Daya, Kab. Lombok Tengah, berbarengan dengan rombongan Kepala SMA negeri swasta se-Kab Lombok Tengah, yang berjumlah 27 sekolah (15 SMA negeri dan 12 SMA swasta).

SONY DSCPoto kiri ke kanan, Gita Maharani, S.Pd., Lina Fera Herliana, S.Pd., Herlina, S. Pd., dan Dra. Sofi Anggriawati

“Alhamdulillah, kami mendapat kunjungan balasan. Sebelumnya beliau-beliau telah berkunjung ke SMAN 3 Kota Bandung. Hadir pula Kepala UPT dan Ketua MKKS SMA se-Kab. Lombok Tengah,” kata Toto.

Karena bertepatan dengan ibadah sholat Jum’at, oleh Toto, mereka yang muslim diajak melaksanakan ibadah sholat Jum’at. Sebelumnya diajak berkeliling ke ruang tata usaha dan perpustakaan SMAN 18 Kota Bandung. Di samping itu rombongan dihibur oleh tampilan angklung SMAN 18.

SONY DSCAyi Sutarman, S. Sos., Kasubag Tata Usaha SMAN 18 Kota Bandung

Pada kesempatan yang sama, Kadian Kepala SMAN 4 Praya, Kab. Lombok Tengah yang juga Ketua MKKS SMA se-Kab. Lombok Tengah menuturkan, bahwa pihaknya sengaja berkunjung ke Bandung untuk studi banding. Dirinya secara pribadi memuji keadaan lingkungan SMAN 18 Kota Bandung, meskipun lahannya tidak terlalu luas tapi penataannya di tata secara apik.

SONY DSCSiam, pegawai tata usaha SMAN 18 Kota Bandung

“Insya Alloh penataannya akan kami tiru. Penataan lingkungannya sangat baik, meskipun siswanya banyak. Ekskulnya pun luar biasa, sudah berprestasi ke tingkat nasional. Apalagi futsalnya sudah mewakili Indonesia ke tingkat Internasional di Thailand,” ujar Kadian.

Dirinya pun kagum akan ekskul angklung SMAN 18, yang berprestasi. “Tadi tim angklungnya sangat menghibur, luar biasa tampilannya. Kami pun akan tiru pengelolaan ekskul di SMAN 18, karena jumlahnya yang banyak, yaitu ada 20 tapi  semuanya berjalan dengan baik,” ucapnya.

SONY DSCDedeh, pegawai tata usaha SMAN 18 Kota Bandung

Menurut Kadian, secara umum keadaan SMA di Kab. Lombok Tengah tidak berbeda jauh dengan di Bandung, namun secara akademik dirinya mengakui SMA di Bandung lebih unggul dibanding dengan daerahnya yang berjumlah 54 SMA (18 SMA negeri dan 36 SMA swasta). [SR]***