Majalah Sora|Wednesday, March 20, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » SMAN 14 Bandung Gelar PAS Daring Pertama

SMAN 14 Bandung Gelar PAS Daring Pertama 

SONY DSCDedi Mulyawan, S.Pd., Kepala SMAN 14 Kota Bandung

majalahsora.com, Kota Bandung – PAS (Penilaian Akhir Sekolah) tahun 2018 di SMAN 14 Kota Bandung, digelar secara online/dalam jaringan.

Dilaksanakan dari hari Senin s.d Sabtu (26 Nopember-1 Desember 2018). Diikuti serempak oleh seluruh siswanya yang berjumlah 1007 orang dari kelas X-XII, jurusan IPA dan IPS. Ujiannya sendiri memakai 28 ruangan.

Rata-rata setiap hari mengujikan dua mata pelajaran, mulai pukul 07.00-11.30. Hari Selasa dan Rabu mengujikan 3 mata pelajaran, pulangnya pun lebih sore.

“Alhamdulillah ini tahun pertama SMAN 14 Bandung laksanakan kegiatan PAS dalam jaringan. Sebelumnya siswa kami telah dibekali dengan latihan-latihan ujian dalam jaringan, melakukan uji coba selama 3 kali. Di antaranya uji coba jaringan internet, uji coba aplikasi dan uji coba melakukan soal yang banyak dengan peserta yang banyak pula,” kata Dedi Kepala SMAN 14 Kota Bandung di ruang kerjanya kepada majalahsora.com, Jumat (30/11/2018).

pas ujian dalam jaringan sman 14 bandung (3)PAS daring SMAN 14 Kota Bandung kali pertama digelar, soalnya pilihan berganda dengan lima jawaban pilihan 

“Secara serempak kami lakukan ujicoba waktu Pekan Tengah Semester. Kami pun siapkan segala sarana pendukungnya, seperti jaringan internet, wifi dan lainnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dedi memaparkan bahwa kegiatan PAS dalam jaringan dalam upaya pemanfaatan teknologi untuk menunjang kegiatan pembelajaran di sekolahnya.

Tujuan lain dari kegiatan tersebut kata Dedi untuk memberikan rasa percaya diri bagi siswa XII dalam menghadapi ujian nasional yang berbasis komputer serta ujian tulis SBMPTN berbasis komputer.

Di samping itu ujar mantan Kepala SMAN 16 Bandung, bagi siswa kelas X dan XI kegiatan PAS daring untuk memberikan pengalaman tersendiri.

“Dengan sistem PAS daring, soal antar siswa berbeda satu sama lainnya. Diacak, sehingga akan meningkatkan kejujuran. Mereka akan fokus. Intinya kegiatan ini memberikan pengalaman dan kepercayaan diri dalam mengisi jawaban,” kata Dedi yang pernah mengajar di SMAN 20 Kota Bandung.

pas ujian dalam jaringan sman 14 bandung (2)Tatang Ganefo, M.Si., Humas SMAN 14 Kota Bandung (berdiri) sedang memperhatikan kelancaran server pusat SMAN 14

Bentuk soalnya sendiri berbentuk pilihan ganda untuk semua pelajaran. Kelas X, 16 mata pelajaran sedangkan untuk kelas XI-XII ada 15 mata pelajaran.

Tiap mata pelajaran memiliki jumlah soal yang berbeda, yaitu dari 25-40 soal/pelajaran.

“Saat PAS para pesertanya ada yang membawa laptop dan hp android sendiri. Sedangkan bagi yang tidak memilikinya sekolah menyediakan 3 laboratorium komputer. Tiap lab isinya ada 40 unit komputer,” kata Dedi.

Dirinya pun menjelaskan bahwa pelaksanaan PAS daring di SMAN 14 tidak 100 % berjalan mulus. Namun relatif kecil dan cepat penanganan masalahnya.

pas ujian dalam jaringan sman 14 bandung (4)Manfaatkan android

“Umumnya yang menggunakan android suka ke luar login karena tombolnya relatif kecil. Hal itu terjadi saat akan masuk ke home. Namun malah terblokir dianggap ke luar aplikasi tetapi tidak sampai mengganggu kegiatan,” tambah Dedi.

Dirinya berharap dengan kegiatan PAS dalam jaringan menjadi terbiasa. Utamanya dalam menghadapi ujian paper less. Di samping itu para guru meningkat kompetensinya khususnya dalam penguasaan IT.

pas ujian dalam jaringan sman 14 bandungSelain android siswa SMAN 14 ada yang membawa laptop

“Para Guru jadi lebih paham cara membuat soal untuk ujian daring serta cara upload soal. Selain itu lebih efektif karena nilai para peserta ujian akan langsung diketahui/ke luar. Saya pun akan evaluasi. Ke depan untuk kenaikan kelas X-XI akan digulirkan secara optimal. Per ruangan mak 20 orang. Sekarang masih 37 orang. Kita pun akan buat soal daring esai. Namun kita kaji terlebih dahulu,” terang Dedi.

Pada kesempatan yang sama majalahsora.com berhasil mewawancarai Naufal salah satu peserta PAS SMAN 14. Dirinya merasa bahwa dengan ujian dalam daring para peserta ujian dilatih lebih jujur dan efektif secara waktu.

“Ya lebih efektif. Hemat kertas. Di samping itu kita lebih jujur mengerjakannya, karena tiap siswa memiliki soal yang berbeda meskipun duduk bersebelahan. Alhamdulillah dengan sistem daring kami pun tidak menemui kendala yang berarti. Karena sebelumnya telah dilatih,” kata Naufal, kelas XI-IPA-5 yang juga Ketua OSIS.

pas ujian dalam jaringan sman 14 bandung (1)Jenifer dan Naufal

Agak sedikit berbeda dengan Naufal, Jenifer siswa kelas XI-IPA-4 mengatakan bahwa dirinya lebih senang ujian pakai kertas. Meskipun tidak dipungkiri ujian memakai kertas lambat laun akan ditingggalkan.

“Kalau manual saat pemeriksaan jawabannya akan lebih terjaga. Namun saya ada kekhawatiran kalau diperika sama komputer takut salah sistemnya. Kemampuan memeriksa manual saya pikir lebih kecil kesalahannya,” terang Jenifer.

Namun begitu dirinya tetap mendukung penerapan PAS menggunakan sistem daring. [SR] ***