Majalah Sora|Wednesday, March 27, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Selamat! Wagub Deddy Mizwar Bergelar M.I.Pol.

Selamat! Wagub Deddy Mizwar Bergelar M.I.Pol. 

Selamat! Wagub Deddy Mizwar Bergelar M.I.Pol.

majalahsora.com, Kota Bandung – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) resmi meraih gelar Magister Ilmu Politik (M.I.Pol.) dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Demiz dilantik menjadi wisudawan oleh Wakil Rektor II Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Arry Bainus pada acara Wisuda Gelombang I Unpad Tahun Akademik 2017-2018 di Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Unpad, Jl. Dipatiukur No. 35, Kota Bandung, Rabu (8/11/17).

Demiz berhasil menyelesaikan pendidikan S-2 pada Program Pascasarjana di Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unpad hampir dua tahun masa studi.

Demiz menjalani sidang tesisnya pada 29 Juli 2017 lalu dengan Yudisium Sangat Memuaskan. Dalam tesisnya tersebut, Demiz mengambil tema “Implementasi Kebijakan Pengendalian Pemanfaatan Kawasan Bandung Utara sebagai Kawasan Strategis Provinsi Jawa Barat”.

Menurut Demiz dalam tesisnya, terdapat berbagai pelanggaran hukum di KBU. Seperti pendirian apartemen dan bangunan tanpa izin. Hal itulah yang mejadi dasar pemikiran Demiz dalam tesisnya. Pembangunan di KBU perlu dilakukan pengendalian. Kata Demiz, Kawasan Bandung Utara memiliki nilai ekonomi dan konservasi. Dengan begitu, harus dilakukan pengendalian dalam pemanfaatannya.

“Masalah KBU selama ini agak kacau penataannya. Objek penelitiannya tentang KBU sebagai kawasan strategis provinsi,” ujar Demiz usai dirinya diwisuda.

Demiz pun mengaku dirinya akan mencoba menerapkan hasil penelitiannya tersebut. Apalagi saat ini sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat dia juga menjabat sebagai Ketua Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Jawa Barat.

“Insyaallah akan diterapkan, saya kan Ketua BKPRD. Kita lihat ada beberapa yang perlu diperhatikan ke depan, antara lain peraturannya itu sendiri. Kemudian lembaga sumber dayanya itu sendiri, karakter dari lembaganya itu sendiri dan juga situasi sosial, ekonomi, politik, dan implementatornya,” ungkap Demiz.

“Kita berharap, dari Tesis yang saya tulis bisa dipelajarilah oleh yang lainnya dan bisa dikaji kembali. Karena ilmu ini nggak ada habisnya,” lanjutnya.

Selama mengerjakan tesis, Demiz mengaku ada beberapa kendala yang dia hadapi, terutama waktu. Karena dirinya harus membagi waktu dengan tugasnya sebagai Wagub Jawa Barat. Biasanya dia meluangkan waktu pada Sabtu atau Minggu untuk mengerjakan tesis. “Metodenya penelitian wawancara, FGD (Focus Group Discussion). Jadi makan waktu,” tambahnya.

Setelah menyelesaikan studi Magisternya ini, Demiz mengatakan bahwa dia akan langsung melanjutkan studi ke Program Doktor atau S-3. Dia pun berencana mengambil jurusan yang sama dengan program magister. Sebelumnya, Demiz juga sempat menyelesaikan studi di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung dan berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi atau S.E. Selain itu, Demiz juga menyandang gelar Sarjana Seni (S.Sn.) dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

“Insyaallah, sudah daftar lagi S-3. Di Unpad juga dan ngambil Ilmu Pemerintahan,” kata Demiz.

Pada Gelombang I Tahun Akademik 2017-2018 ini, Unpad melantik sebanyak 3.100 wisudawan yang terbagi dalam enam sesi acara wisuda, pada 7-9 November 2017. Sementara Demiz termasuk dalam wisuda Sesi IV bersama dengan 536 wisudawan lainnya dari Fakultas Mipa dan Fakultas Isip Unpad.

“Kami berharap kepada para wisudawan semuanya, termasuk di dalamnya Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Sekretaris Daerah Kota Bandung bisa sukses berkarir di masyarakat dan bisa menjaga citra Universitas Padjadjaran,” pungkas Wakil Rektor II Unpad Arry Bainus. [SR]***