Majalah Sora|Wednesday, March 20, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » SD Muhammadiyah 8 Bandung Sekolah Geratis Di Bandung Timur

SD Muhammadiyah 8 Bandung Sekolah Geratis Di Bandung Timur 

SONY DSCDyah Yanitasari, M. P. Kim., lulusan Kimia ITB yang menjadi Kepala SD Muhammadiyah 8 Kota Bandung

majalahsora.com, Kota Bandung – SD Muhammadiyah 8 Kota Bandung yang kini dipimpin oleh Dyah Yanitasari, M. P. Kim, merupakan salah satu sekolah swasta geratis di wilayah Bandung Timur.

Dyah beserta guru serta tenaga pendidikaan di sekolahnya dengan sekuat tenaga dan penuh keikhlasan membina dan memberi pelayanan kepada siswa-siswinya, untuk meraih asa di masa depan.

Untuk memenuhi biaya operasional pihaknya mengandalkan dari dana BOS (bantuan operasional sekolah) dan bantuan lainnya.

Belum lama ini SD Muhammadiyah 8 Kota Bandung yang berada di Jalan A.H. Nasution No.168, Cipadung Kulon, Panyileukan, mendapat bantuan dana hibah RMP (Rawan Melanjutkan Pendidikan) dari Disdik/Pemkota Bandung. Dananya telah disalurkan ke rekening sekolahnya dengan nilai Rp 190 jutaan, minggu ketiga Desember 2018.

“Sekolah kami merupakan sekolah geratis. Alhamdulillah kemarin mendapat bantuan dari Pemkot Bandung untuk 108 siswa dan operasional sekolah. Terima kasih untuk pihak Disdik dan Pemerintah Kota Bandung,” katanya, baru-baru ini.

Lebih lanjut dirinya memaparkan bahwa jumlah siswa SDS Muhammadiyah 8 Kota Bandung ada 258 siswa dari kelas I-VI.

Saat ditanya oleh majalahsora.com mengenai penggunaan anggaran dana hibah tersebut, ia mengatakan bahwa untuk dana personal sudah dibelanjakan dan dibagikan kepada siswanya.

“Untuk dana personal kami belikan seragam seperti: putih merah, pramuka, olahraga, batik, khas Sunda. Selain itu ada sepatu, kaos kaki, alat tulis, tas dan transport bagi 108 siswa kelas 2-6. Dan siswa yang keluar (lulus tahun 2018),” papar Dyah.

Sementara itu untuk bantuan operasional diaolokasikan untuk kegiatan-kegiatan di sekolahnya. Di antaranya, pembelajaran, penunjang dan lainnya.

Dirinya pun menjelaskan bahwa sekolahnya telah menerima bantuan hibah selama dua tahun berturut-turut.

“Harapan saya mudah-mudahan bantuan serupa tidak terputus. Karena kami sangat membutuhkannya. Apalagi sekolah kami geratis tidak memungut biaya. Namun begitu guru-guru kami dengan ikhlas mengajar. Selain sekolah geratis sekolah kami pun menerima siswa ABK (anak berkebutuhan khusus),” pungkasnya. [SR]***