Majalah Sora|Wednesday, March 20, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » Sampai Purna Bakti H. Aa Sudaya Sukses Emban Amanah Kepsek SMAN 1 Margahayu

Sampai Purna Bakti H. Aa Sudaya Sukses Emban Amanah Kepsek SMAN 1 Margahayu 

SONY DSCDrs. H. Aa Sudaya, M.Pd., Kepala SMAN 1 Margahayu Kabupaten Bandung dan Ketua MKKS SMA se-Kab Bandung, tahun 2005-2018.

majalahsora.com, Kota Bandung – Aa Sudaya Kepala SMAN 1 Margahayu Kabupaten Bandung, 1 Desember 2018 kemarin tepat berusia 60 tahun. Per-1 Januari 2018 dirinya akan purna tugas sebagai kepala sekolah dan PNS (Pegawai Negeri Sipil) sebagai mana aturan yang berlaku.

Berkaitan dengan itu Selasa (11/12/2018) petang wartawan majalahsora.com, menghampiri SMAN 1 Margahayu di Jalan KH Wahid Hasyim nomor 387 (Sulaeman) menemui Aa untuk menceritan biografi singkat dirinya.

Aa Sudaya lahir di Sumedang  hari Senin, tanggal 1 Desember 1958. Merupakan putra kesembilan dari 10 bersaudara pasangan Watma (alm) dan Hj. Enah (almh).

Ayahnya yang merupakan seorang petani kecil di Kampung Baturumpil, Mangun Arga, Kabupaten Sumedang sukses mendidik Aa hingga dirinya berhasil di bidangnya dan bisa menjadi seperti sekarang.

Pria berperawakan tinggi sedang tersebut mengenyam pendidikan hingga S-2. Aa pernah bersekolah di SDN Cisempur Kab Sumedang  (lulus tahun 1972), setelah itu melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Cicalengka Kabupaten Bandung (lulus tahun 1975). Dilanjutkan ke SMAN 1 Cicalengka Kabupaten Sumedang (jurusan IPA, lulus tahun 1979).

Usai menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah atas, Aa pun melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu mengeyam bangku kuliah di D-3 IKIP (kini UPI). Selama tiga tahun dirinya sukses meraih sarjana muda (gelar BA kala itu). Kemudian pada tahun 1987 ia berhasil meraih gelar sarjana pendidikan (Drs) di Universitas Terbuka jurusan Kimia. Gelar pendidikan terakhirnya ia peroleh di Magister (S-2) Manajemen UPI melalui program sandwich.

“Saat pendidikan S-2 Manajemen UPI mengambil program sandwich. Semester 1-2 perkuliahan saya di laksanakan di UPI, semester 3 nya belajar di UPSI (Universitas Pendidikan Sultan Idris) Selangor, Malaysia. Setelah itu semester 4 nya kembali lagi ke UPI,” terang H. Aa di ruang kerjanya.

Dari segi karir dirinya diangkat menjadi Guru PNS (Pegawai Negeri Sipil) tahun 1983, di SMAN 1 Sumedang. Di sekolah tersebut ia mengajar kimia, selama tiga tahun. Tahun 1986 sampai tahun 2002 menjadi Guru Kimia di SMAN 1 Rancaekek, Kabupaten Bandung.

“Sebelum diangkat menjadi PNS saya pernah menjadi guru honorer di SMA PGRI Cicalengka. Selama menjadi guru, saya beberapa kali dipercaya menjadi wakasek (wakil kepala sekolah). Mulai dari Wakasek Humas, Kesiswaan dan Kurikulum. Hanya Wakasek Sarana Prasarana saja yang belum pernah saya emban,” tutur suami dari Hj. Cucu Suharoh.

Karir Aa pun semakin melesat, tahun 2002 dirinya dipromosikan menjadi kepala sekolah di SMAN 1 Gunung Halu Kabupaten Bandung. Setelah itu menjadi Kepala SMAN 1 Ciparay tahun 2005-2009.

“Pada tahun 2005 saya pun mendapat kepecayaan dari rekan-rekan kepala sekolah terpilih menjadi ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMA se-Kabupaten Bandung sampai tahun 2018,” kata Aa.

Masih berkaitan dengan karir kepala sekolahannya, tahun 2009  Aa menjabat tugas baru menjadi pimpinan di SMAN 1 Baleendah Kabupaten Bandung. Kurang lebih selama lima tahun. Setelah itu ia menjabat  Kepala SMAN 1 Margahayu dari tahun 2016-2018.

Ada banyak torehan emas yang Aa goreskan kala memimpin setiap sekolah, di antaranya saat menjabat Kepala SMAN 1 Ciparay, SMAN 1 Baleendah serta SMAN 1 Margahayu, sekolahnya selalu sukses menjadi juara umum di ajang OSN (Olimpiade Sains Nasional) tingkat Kabupaten Bandung.

Di samping itu di setiap sekolah yang ia pimpin selalu kondusif keadaannya, seperti yang majalahsora.com ikuti perkembangannya sejak tahun 2009, meskipun tidak 100% berjalan mulus.  

Aa mengatakan bahwa kepuasan prestasi itu hadir kala dirinya bisa membawa sekolah yang dipimpinnya bisa berjalan ke arah perubahan yang lebih baik.

Saat ditanya oleh majalahsora.com apa yang menjadi prinsip dirinya saat menjabat kepala sekolah, Aa pun memaparkan bahwa nilai kebersamaan yang harus dibangun dan semangat kerja yang tinggi dengan memperhatikan norma-norma dan budaya di sekolah berlandaskan ahlaqul karimah kepada seluruh warganya.

“Alhamdulillah saya pernah mendapat penghargaan guru favorit dari alumni SMAN 1 Rancaekek angkatan 1986-2002. Di samping itu mendapatkan penghargaan dari guru serta karyawan SMAN 1 Ciparay saat menjabat kepala sekolah atas kepemimpinan saya di sana, di atas materai dan kertas segel,” kata Ayah dari Nike Marlina (sudah menikah), Desiana Nurul (Supervisor Jasa Konsultasi Hukum Perusahaan di Jakarta), Hani Farhana (Mahasiswa Kedokteran), serta kakek dari dua cucu.

Keilmuan kepala sekolahan Aa pun selalu ia tularkan kepada Wakasek-wakaseknya (kepemimpinan transformasional). Di samping itu ia selalu memberikan kepercayaan kepada wakasek, kasubag, guru dengan satu kontrol manajemen.

Dengan begitu ada beberapa guru yang berhasil  ia promosikan posisinya, baik menjadi kepala sekolah maupun pengawas. Seperti guru-guru di SMAN 1 Ciparay, H. Adang dan Tedi menjadi kepala sekolah. Yunan (alm), Rokib, Cecep, Ayi Wahyudin serta Nurul Huda yang menjadi pengawas.

Selain itu di SMAN 1 Baleendah Aa sukses mempromosikan Reni, Opan menjadi kepala sekolah serta Sofyan menjadi pengawas.

Keilmuan, pengalaman dan pergaulan Aa pun sangat luas, baik di dalam dan luar negeri. Beberapa kali dirinya melakukan kunjungan peningkatan mutu pendidikan ke berbagai daerah di nusantara seperti Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara dan lainnya. Di samping itu beberapa kali ke mancanegara seperti China, Hong Kong, Turki dan Jepang.

“Saat ke Jepang merupakan hadiah dari Japan Foundation tahun 2012,” kata Aa.

Majalahsora.com  coba menelisik lebih dalam dan bertanya apakah dirinya pernah ditawari untuk menjadi pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung kala itu? ia menjawab dengan tegas bahwa ia mengakui hal itu dan pernah ditawari posisi sebagai kepala bidang di Disdik Kabupaten Bandung. Namun ia tolak secara halus. Karena hatinuraninya memang ingin mengabdi di lingkungan pendidikan (sekolah).

Kurang lebih dua tahun sudah Aa memimpin SMAN 1 Margahayu. Selama itu ia membuat rumusan indek kepuasan, karena sekolah tersebut mendapat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat. Menurutnya pengalaman guru, tata usaha SMAN 1 Margahayu terhadap pengetahuan dan keterampilannya mampu memberikan pelayanan yang sangat baik.

SMAN 1 Margahayu merupakan sekolah yang pernah dipercaya menjalankan program RSKM (Rintisan Sekolah Kategori Mandiri). Di samping itu menjadi bagian sekolah binaan Direktorat Pendidikan Menengah Atas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud. Kini SMAN 1 Margahayu ada di bawah naungan Cabang Dinas Wilayah VIII Disdik Jabar yang dipimpin oleh Drs. H. Dede Amar, M.M.Pd.

Dirinya sangat bangga di akhir masa tugasnya bisa memimpin SMAN 1 Margahayu yang menurut Aa memiliki segudang prestasi baik akademik dan non akademik. Hal itu tidak terlepas dari hadirnya para guru yang memiliki dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan pembelajaran.

“Kondisi di sekolah kami kondusif sehingga membuat KBM (kegiatan belajar mengajar) berjalan secara tertib, aman serta nyaman. Prestasi guru dan siswa pun telah banyak diraih baik tingakt kabupaten, propinsi maupun nasional. Saya bangga pernah jadi bagian dari SMAN 1 Margahayu,” kata Aa.

Majalahsora.com pun memberikan pertanyaan lanjutan yaitu mengenai orang yang menginspirasi dirinya, Aa mengatakan H. Edi Permadi mantan Kepala SMAN 1 Sumedang dan H. Humdana yang membuat dirinya bisa seperti sekarang.

“Beliau-beliau yang membangunkan jiwa saya untuk menjadi guru yang baik,” tegas Aa.

Aa pun bertekad meskipun memasuki usia purna bakti dirinya tidak akan pernah berhenti menjadi guru pembelajar.

“Saya tidak akan mencari pekerjaan tetapi kalau ada yang memerlukan saya siap,” pungkasnya.

Karir menjabat Plt SMA (Kepsek) H. Aa Sudaya di Kabupaten Bandung:

  1. Plt SMAN 1 Sindangkerta (unit gedung baru), tahun 2003-2005.
  2. Plt SMAN 1 Cililin, tahun 2005.
  3. Plt SMAN 1 Cipongkor, tahun 2005.
  4. Plt SMAN Kertasari (unit gedung baru), tahun 2005-2006.
  5. Plt SMAN 1 Majalaya,tahun 2006.
  6. Plt SMAN 1 Ciparay, tahun 2012-2014.
  7. Plt SMAN 1, Bojongsoang, tahun 2015.
  8. Plt SMAN 1 Dayeuhkolot, tahun 2016. [SR]***