Majalah Sora|Tuesday, March 19, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » Salah Satu Poin Rapat FKSS SMA Jabar Minta BPMU Sebesar Rp 500 Ribu Cair Lebih Cepat

Salah Satu Poin Rapat FKSS SMA Jabar Minta BPMU Sebesar Rp 500 Ribu Cair Lebih Cepat 

FKSS SMA JabarDrs. Usman, M.Si., Ketua FKSS SMA Jabar (baris depan ketiga dari kiri), Dr. H. Firman Adam, Sekdisdik Jabar (berdiri depan keempat dari kiri), Dr Dewi Sartika Kadisdik Jabar, (sebelah kanan Firman Adam), H. Sobandi Kepala SMA Pasundan 1 Kota Bandung (baris depan keempat dari kanan) bersama dengan para Kepala SMA swasta se-Jabar.

majalahsora.com, Kota Bandung – FKSS (Forum Kepala Sekolah Swasta) SMA Jabar yang diketuai oleh Usman selenggarakan rapat evaluasi dan penyusunan program lembaga yang dipimpinnya. Berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr Rajiman, Bandung, Rabu (16/1/2019).

Kegiatannya dibuka langsung oleh Dewi Sartika Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat yang baru. Di samping itu dihadiri Firman Adam yang sekaligus menjadi pemateri kegiatan, Dede Amar Kepala Cabang Dinas Wilayah VIII, Ayi Atikah Kasie Cabang Dinas Wilayah VII, ratusan Kepala SMA swasta dari 27 kabupaten/kota, dan lainnya.

Ada beberapa poin yang dibahas pada kegiatan tersebut, di antaranya mengenai pencairan dana BPMU (Bantuan Pendidikan Menengah Universal) dari Pemprov Jabar, manajerial/kinerja kepala sekolah, NUKS Kepsek swasta, kegiatan pelaksanaan USBN, UNBK, PPDB, dsb-nya.

Berkaitan dengan pencairan dana BPMU, secara umum para Kepala SMA swasta dari 27 kabupaten/kota yang hadir meminta agar pencairannya di tahun 2019 tepat jumlah dan tepat waktu. Tidak terulang lagi seperti pada tahun 2018.

Di mana pada periode dua dana yang semestinya diterima oleh SMA/SMK swasta di Jabar senilai Rp 350 ribu seperti periode satu, hanya turun Rp 31 ribu/siswa. Hal itu menyebabkan banyak sekolah yang mengeluhkannya, karena dananya sangat diperlukan untuk membayar honor guru dan kebutuhan sekolah lainnya yang telah dianggarkan dari dana BPMU. Meskipun begitu sekolah penerima legowo menerimanya.

Dewi Sartika yang hadir di kegiatan memaparkan kepada majalahsora.com bahwa Disdik Jabar yang dipimpinnya akan mengupayakan segala sesuatunya.

“BPMU sendiri merupakan bagian dari upaya Pemerintah Jawa Barat menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas, jangan sampai ada anak putus sekolah. Anggaran BPMU di tahun 2019 sebesar Rp 500 ribu per siswa yang telah disepakati, mudah-mudahan bisa segera dicairkan untuk memperlancar pembelajaran,” ujar Ike sapaan akrab Kadisdik Jabar.

Dirinya sangat mengapresiasi dengan FKSS SMA Jabar, karena dari segi jumlah SMA swasta sangat banyak dan kualitasnya bagus-bagus.

“Mudah-mudahan bisa mendongrak APK (Angka Partisipasi Kasar) semakin meningkat begitu pun dengan APM (Angka Partisipasi Murni),” ujar Dewi.

Saat majalahsora.com, menanyakan apakah pencairan periode 1 bisa dilaksanakan bulan Maret, ia pun menjawab bahwa akan langsung berkordinasi dengan Firman Adam Sekretasris Disdik Jabar.

“Insya Alloh, saya sekarang dengan Pak Sekdis akan mempercepat prosesnya, kebutuhan data akan dipercepat,” katanya.

 Sementara itu Usman Ketua FKSS Jabar sangat mengapresiasi itikad baik dari Disdik Jabar, yang akan memperlancar proses pencairan BPMU tahun 2019.

“Alhamdulillah dana BPMU tahun 2019 sudah dianggarkan oleh Banggar. Kami tahu persis dari komisi 5 DPRD Jabar, karena ada pertemuan. Bahwa untuk tahun 2019 dana BPMU persiswa per tahun Rp 500 ribu,” kata Usman.

Lebih lanjut Usman menjelaskan dana tersebut diberikan kepada sekolah yang mau menerima dana BPMU. Karena bagi sekolah yang elit tidak menerima dana itu.

“Konon katanya mudah-mudahan diperjuankan oleh Kadisdik baru, Ibu Dewi Sartika. Mudah-mudahan dalam waktu dekat untuk periode kesatu biasanya Januari ke luar di bulan Mei mudah-mudahan sekarang lebih cepat begitu pun periode keduanya, jangan sampai menunggu lama (Desember),” terangnya.

Masih kata Usman, Ike selaku Kadisdik Jabar yang baru paham akan kebutuhan sekolah.

“Dana tersebut benar-benar sudah masuk RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah). Jangan sampai nominalnya tidak sama dengan yang dijanjikan, karena bisa sangat mengganggu proses pembelajaran,” pungkasnya. [SR]***