Majalah Sora|Monday, March 18, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » Raswa: Berharap Program Techno Park di SMKN 1 Kota Cirebon Di Dukung Semua Pihak

Raswa: Berharap Program Techno Park di SMKN 1 Kota Cirebon Di Dukung Semua Pihak 

SONY DSCDr. Raswa, M.Pd., Wakil Manajemen Mutu SMKN 1 Kota Cirebon

majalahsora.com, Kota Cirebon – Tiga bulan ke belakang SMKN 1 Kota Cirebon mendapat bantuan dari Kementerian PSMK untuk pengembangan Techno Park, berupa bangunan fisik yang terletak di samping gedung perkantoran sekolah tersebut.

Raswa, Wakil Manajemen Mutu SMKN 1 Kota Cirebon, menjelaskan kepada majalahsora.com, bahwa pembangunan gedung Techno Park menghabiskan dana Rp 600 juta. “Alhamdulillah pembangunannya kini telah rampung. Tinggal perapihan sekitar gedung, pemasangan plang dan faktor pendukung lainnya,” kata pria bergelar doctor, Kamis (30/1/2018), di ruang kerjanya.

Ia pun menerangkan, bahwa program Techno Park merupakan gagasan dari pemerintah pusat, yang diusung oleh Presiden RI, Joko widodo. Masih menurut Raswa misi dari adanya Techno Park di SMKN 1 Kota Cirebon yang dikepelai oleh Hendi, yaitu sebagai pusat pengembangan berbagai riset untuk diaktualisasikan menjadi sebuah produk, yang melibatkan SMK di Kota Cirebon yang telah melaksanakan kegiatan teaching factory, di antaranya SMKN 2 Kota Cirebon, SMK Al Hidayah Kota Cirebon dan lainnya.

SONY DSCGedung Techno Park di SMKN 1 Kota Cirebon

“Risetnya bisa hasil penelitian Lipi, perguruan tinggi atau lainnya. Nanti di kemudian hari akan kita coba untuk dijadikan sebuah produk yang memiliki nilai jual, sejalan dengan potensi di daerah, dan berimbas pada wilayah sekitar,” imbuh Raswa, yang juga merangkap sebagai Ketua LSPP-1 (Lembaga Sertifikasi Profesi P-1) SMKN 1 Kota Cirebon.

Berkaitan dengan program Techno Park  di SMKN 1 Kota Cirebon, Raswa menerangkan bahwa di sekolahnya ada 10 program keahlian, yaitu teknik otomasi industri (program empat tahun), teknik instalasi listrik, pendingin dan tata udara, teknik kendaraan ringan, teknik perbaikan bodi otomotif, teknik permesinan, teknik gambar bangunan, teknik elektronika industri, teknik komputer dan jaringan rekayasa perangkat lunak, agar bisa memberikan kontribusi untuk peningkatan keahlian siswa SMKN 1 Kota Cirebon khususnya dan siswa dari SMK lainnya.

“Di SMKN 1 Kota Cirebon tercatat ada 2600 siswa dari 10 program keahlian, nantinya seluruh siswa terlibat dalam kegiatan teaching factorynya. Ada tiga komponen untuk kelancaran kegiatan tersebut yaitu guru produktif, pelaku industri kreatif dan guru kewirausahaan yang nantinya berkolaborasi dalam menentukan produk yang akan dikembangkan sesuai hasil riset,” jelasnya.

SONY DSCKegiatan KBM di SMKN 1 Kota Cirebon

Raswa mencontohkan produk yang bisa dikembangkan di SMKN 1 Kota Cirebon seperti membuat becak motor khas “Kota Udang” yang menggunakan bahan bakar selain BBM. “Becaknya pakai mesin dan sebagainya, otomatis kompetensi keahlian yang terlibat banyak dan berkontribusi. Disitu siswa belajar ngelas, siswa elektronika industri membuat dan mengembangkan sistem otomasinya, dan lain sebagainya,” tambah Raswa.

Masih kata Raswa, SMKN 1 Kota Cirebon pernah melaksanakan kegiatan teaching factory yang bisa meningkatkan keahlian siswa didiknya, dengan merakit LCD 32 dan 42 inchi. “Waktu itu jamannya Menteri Pendidikan Pa Joko, dengan program SMK Bisa! Kami mendapat bantuan 50 LCD, dalam bentuk komponen, seperti mainboard, power supply, dll. Mereka merakitnya, setelah utuh menjadi TV LCD, sebagian dijual dan sisanya untuk praktek siswa,”  kata pria berkumis.

“Program tersebut sangat baik, karena siswa yang terlibat di kegiatan itu pengetahuannya bertambah serta keahliannya banyak yang terasah. Di samping itu, setelah lulus sekolah, banyak diterima bekerja di perusahaan LG, bahkan sampai  kerja ke Jepang pun ada,” tambahnya.

SONY DSCSiswa SMKN 1 Kota Cirebon

Di samping Techno Park, SMKN 1 Kota Cirebon memiliki program penunjang untuk meningkatkan kualitas tamatannya yaitu dengan memberikan sertifikasi, melalui LSPP-1  dengan rujukan dari pemerintah melalui skema KKMI level dua (untuk siswa yang menyelesaikan pendidikan 3 tahun) serta KKMI level tiga (siswa yang menyelesaikan pendidikan empat tahun). “Dengan pemberian sertifikasi, insya Alloh calon lulusan kami lebih siap untuk bersaing di dunia kerja sesungguhnya. Untuk tahun ini sertifikasinya akan dilaksanakan di bulan April, setelah ujian nasional,” kata Raswa.

Dirinya berharap setelah bedirinya gedung Techno Park di SMKN 1 Kota Cirebon, berbagai stake holder seperti  Dinas Pendidikan Jabar, perusahaan mitra kerja dan masyarakat, nantinya bisa berperan aktif dan mendukung programnya. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat program Techno Park bisa dilaksanakan secepatnya,” harap Raswa. [SR]***