Majalah Sora|Tuesday, March 26, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Ridwan Kamil Titip Pesan untuk Milenials di Jabar

Ridwan Kamil Titip Pesan untuk Milenials di Jabar 

Ridwan Kamil Titip Pesan untuk Milenials di Jabar

majalahsora.com, Kota Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengisi ceramah pada “Milenials Day”, yang diadakan di Gedung Negara Pakuan, Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat, pada Minggu (18/11/2018).

Pada forum diskusi anak muda milenials Jawa Barat bertema #energimilenials ini, dibahas berbagai isu terkini yang menyoal optimisme pemuda, rancangan masa depan, isu media sosial, hoax, serta bagaimana jurus seorang milenial menghadapi semuanya secara Islami.

Hadir tokoh dan kelompok/ organisasi kepemudaan Jawa Barat seperti Yana Umar (Panglima Bobotoh), XTC Hijrah, Brigez Road to Jannah, Moonraker, dan GBR Fisabilillah. Adapula talkshow Islami (I-talkshow) oleh Ustad Budi Prayitno, Ustad Sinyo, dan Ustad Edwin Khadafi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpesan kepada milenial, mereka harus memiliki tiga nilai, yakni beriman, berilmu, dan berakhlak.

“Punyailah tiga nilai ini. Saya yakini kalau anda punya tiga nilai ini. Jangan hanya satu, jangan hanya dua, harus tiga,” kata Emil, sapaan akrabnya.

Menurutnya generasi milenial haruslah memiliki iman karena Indonesia sendiri merupakan bangsa yang religious, seperti telah disebutkan dalam sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Semua harus punya iman, rajin ke masjid, rajin ke tempat ibadah,” kata Emil.

Kedua, para milenial harus berilmu, dan terus mengembangkan kemampuan, atau “skills”. Menurut Emil, dengan ilmu dan keahlian yang dimiliki, generasi milenials memiliki daya saing. Dengan bekal ilmu juga, generasi milenials bisa menangkal hoaks, dan pada jangkauan yang lebih luas lagi,

Selain itu di masa depan mereka akan jadi generasi yang tak mudah “dibodohi.” Selanjutnya kata emil nilai yang ketiga ialah berakhlak.

“Banyak pintar tetapi jahat, banyak pintar tetapi julid, banyak pintar tetapi nyinyir, jadilah orang yang berakhlak, sopan santun bicara yang baik atau diam,” kata Emil. [SR]***