Majalah Sora|Monday, March 25, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Pj Gubernur Jabar Halal Bi Halal Idul Fitri 1439 H Di Disdik Jabar

Pj Gubernur Jabar Halal Bi Halal Idul Fitri 1439 H Di Disdik Jabar 

SONY DSCSuryana, S.Pd., M.Pd., Kepala SMAN 8 Kota Bandung, yang juga Ketua MKKS SMA Kota Bandung (kiri), bersalaman dengan Dr. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si., Kadisdik Jabar, pada acara halal bi halal Idul Fitri 1439 H,di lingkungan Disdik Jabar yang dihadiri ratusan Kepala Sekolah, Kasubag Tata Usaha SMA/SMK se-Jabar

majalahsora.com, Kota Bandung – Usai melaksanakan apel hari pertama di Gedung Sate, pasca libur Idul Fitri 1439 H, Pejabat (Pj) Gubernur Jabar, M Iriawan, langsung mengadakan kunjungan ke Disdik Jabar, pada kegiatan halal bi halal, yang di gelar di Aula Ki Hajar Dewantoro, Kamis 21/6/2018.

Acaranya dihadiri Netty Heryawan, Ahmad Hadadi, Kadisdik Jabar, Firman Adam, Sekdisdik Jabar, Asep Suhanggan, Kabid GTK, Dodin R Nuryadin, Kabid SMA, Yessa, Kabid SMA, Husen, Kepala Cabang Dinas Wilayah VII, Kepala Sekolah SMA/SMK, Kasubag Tata Usaha SMA/SMK, Guru SMA/SMK di lingkungan Disdik Jabar, serta tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut M Iriawan menjelaskan, bahwa dirinya sengaja menyempatkan diri hadir di acara tersebut. “Saya menghargai guru, makanya saya sengaja hadir. Sampai sekarang saya selalu nurut kepada guru-guru saya, apabila guru saya bilang A pasti saya ikuti,” kata Iwan Bule, sapaan akrabnya, kepada wartawan majalahsora.com, usai menghadiri acara halal bi halal di Disdik Jabar, Kamis (21/6/2018) pagi.

Dirinya pun menyinggung pentingnya tiga pilar pendidikan di Jabar, yaitu: 1. Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan; 2. Peningkatan Mutu, Relevansi, dan Daya Saing; 3. Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Citra Publik.

Sementara itu Ahmad Hadadi, menjelaskan bahwa institusinya siap mendukung semua program-program M Iriawan, selaku pimpinan tertinggi di Jabar untuk tiga bulan ke depan. “Berkaitan dengan yang disampaikan oleh Pak Iwan tadi, menjadi tugas kami. Bahwa beliau berharap bangsa ini menjadi maju dengan SDM yang berkualitas dan mendapat pembinaan yang benar,” kata Hadadi dihadapan awak media.

Lebih lanjut dirinya mengakatan bahwa Disdik Jabar akan fokus dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Seperti peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan-pelatihan, termasuk di dalamnya nilai UKG (Uji Kompetensi Guru) harus meningkat. “Alhamdulillah nilai UKG guru di Jabar di atas rata-rata nasional,” ujarnya.

Berikutnya melakukan upaya-upaya meningkatkan kesejahteraan guru. Di antaranya memberikan TPP (Tunjangan Penghasilan Pegawai) sebesar Rp 1.250.000, uang makan Rp 500.000/bulan. “Secara keseluruhan Guru PNS SMA/SMK negeri sebelumnya ada yang dapat ataupun sebaliknya tidak mendapat tunjangan. Apabila ada, umumnya di 27 kabupaten/kota tunjangannya di bawah tunjangan yang diberikan oleh Pemprov Jabar saat ini, karena itu kini para guru mensyukurinya,” ucap Hadadi.

Di samping itu untuk non PNS, kata Kadisdik Jabar, terus memberikan kesejahteraan yang lebih layak, membayar guru honorer sebesar Rp 85.000/jam, ke depannya terang Hadadi, akan lebih ditingkatkan lagi, targetnya di atas UMK (Upah Minimum Kota/Kabupaten), disesuaikan dengan kemampuan keuangan APBD Jabar.

Untuk sekolah swasta, Disdik Jabar memiliki mekanisme memberikan BPMU (Bantuan Menengah Universal) yang besarannya Rp 500.000/anak/tahun.

“Kami terus berupaya ke depan jumlah BPMU bisa naik. Itu semua merupakan upaya-upaya Disdik Jabar, agar para guru lebih fokus, semangat mengajar dan memberikan keteladanan. Dengan kesejahteraan yang lebih diperhatikan, harus ada imbal baliknya agar para guru lebih profesional,” jelas Hadadi.

Mengenai aksesbilitas, ke depan Disdik Jabar memiliki rencana membangun SMA/SMK Negeri di tiap kecamatan yang ada, karena kini masih ada beberapa kecamatan di Jabar belum memiliki SMA/SMK Negeri. “Di samping itu kami juga masih dihadapkan dengan warisan dari kabupaten/kota, karena ada sekolah-sekolah yang belum memiliki lahan dan gedung, contohnya di Purwakarta, di Bekasi, Depok, dan daerah lainnya. Oleh karena itu tahun ini kami fokus dalam pembelian lahan. Diharapkan tahun 2019 akan dilakukan pembangunan unit sekolah baru dan ruang kelas (negeri/swasta),” katanya.

Masih menurut Kadisdik Jabar, saat ini tercatat ada sekitar 2.1 juta siswa di jenjang menengah, hal itu menyebabkan keperluan kelas dan guru dan sarana pendukung lainnya yang memadai. “Makanya kami fokus untuk memenuhi hal tersebut,” terang Hadadi.

Berikutnya, kata Hadadi adanya pemerataan kualitas pendidikan, baik di kota maupun luar kota. Seperti sarana prasarana, gedung dan guru yang perbedaannya terlalu ekstrim. Ia menerangkan bahwa kini masih banyak di daerah-daerah yang hanya memiliki satu PNS, itupun hanya kepala sekolahnya. “Maka kami membuat kebijakan pemerataan guru ke daerah-daerah. Apabila nanti ada pengangkatan PNS Guru, diprioritaskan ditempatkan di SMA/SMK di luar kota, itulah kebijakan kami dalam mendukung tiga pilar Bapak Pj Gubernur Jabar,” pungkas Hadadi. [SR]***