Majalah Sora|Tuesday, March 19, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Pemimpin Harus Punya Mimpi, Problem Solver & Inovatif

Pemimpin Harus Punya Mimpi, Problem Solver & Inovatif 

forum osis jabarEmil Gubernur Jabar didampingi Dewi Sartika (kedua dari kanan) pada kegiatan Forum OSIS Jabar

majalahsora.com, Kota Bandung – Ridwan Kamil menuturkan bahwa syarat menjadi pemimpin harus memiliki visi atau mimpi, sebagai problem solver atau pemecah masalah dan inovatif.

Tiga syarat itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada para Ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) se-Jabar pada kegiatan forum OSIS daerah.

Di helat di Aula Ki Hadjar Dewantara Dinas Pendjdikan Jabar, Jalan Dr. Rajiman, Sabtu (5/1/2019) pagi.

Visi menurut Emil sapaan akrab Gubernur Jabar, wajib dimiliki seorang pemimpin. Begitupun bagi ketua OSIS, hal itu tak boleh sama dengan ketua sebelumnya.

Emil sendiri sebagai gubernur visinya ingin menjadikan Jabar provinsi pariwisata terbaik, provinsi digital dan terinovatif dengan slogan semangat juara lahir batin.

“Seorang pemimpin harus punya visi atau mimpi, jangan melanjutkan kepemimpinan yang sebelumnya tapi buat mimpi baru. Kenapa bangsa ini merdeka karena Bung Karno punya mimpi,” ujar Emil kepada 260 ketua OSIS yang hadir.

Pemimpin juga harus menjadi problem solver dengan turun tangan langsung menyelesaikan masalah di lapangan.

“Pemimpin hari ini harus turun tangan bukan tunjuk tangan dan terakhir harus inovatif yaitu memiliki cara yang berbeda dalam hal apapun,” terangnya.

Dalam forum OSIS yang bertemakan “A good leader is example form the best character”, Emil juga menitipkan tentang nilai-nilai kepemimpinan agar para pelajar menjadi teladan di sekolahnya. Yaitu nilai ilmu, ahlak, iman dan kesehatan.

Dari berbagai analisa dipirediksi tahun 2045 Indonesia akan mengalami bonus demografi dan menjadi negara terkuat di dunia dalam hal ekonomi.

Berkaitan dengan itu dirinya meminta kepada para pelajar saat ini untuk mempersiapkannya dari sekarang. Karena 26 tahun yang akan datang mereka akan menjadi pemimpin di daerahnya masing-masing.

“Bekalnya saya sampaikan supaya mereka menjadi pemimpin visioner, kompetitif. Ini adalah investasi kami agar kami punya stok calon-calon pemimpin di masa depan yang dibekali dengan kearifan-kearifan di generasi kami sekarang,” terang Emil. [SR]***