Majalah Sora|Wednesday, March 27, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Pemilihan Rektor Unpad Tidak Jadi Digelar 27 Oktober 2018

Pemilihan Rektor Unpad Tidak Jadi Digelar 27 Oktober 2018 

SONY DSCKetua MWA Unpad Rudiantara (kemeja putih) yang juga Kemeninfo Republik Indonesia

majalahsora.co, Kota Bandung – Pemilihan Rektor Universitas Padjadjaran periode 2019-2024 yang sedianya akan dilaksanakan oleh anggota MWA (Majelis Wali Amanat) Unpad, Sabtu tanggal 27 Oktober 2018 di Gedung Magister Manajemen Unpad Jalan Dipatiukur Kota Bandung tidak jadi digelar.

Berkaitan dengan hal itu Rudiantara Ketua MWA Unpad, menjelaskan kepada awak media bahwa ada dinamika dalam proses pemilihan rektor melalui rapat pleno (rapat pleno terbuka dan tertutup).

“Dinamika ini kami sikapi dari berbagai kemungkinan. Kami harus melakukan beberapa perbaikan pada proses pemilihan rektor ini. Bukan karena pengaduan dari beberapa individu serta bukan dari pengaduan-pengaduan lainnya. Tetapi betul-betul karena proses,” katanya saat melakukan jumpa pers di gedung MM Unpad, Sabtu (27/10/2018) petang.

Lebih lanjut dirinya memaparkan bahwa pihaknya ingin menumbuhkan serta menerapkan good governance pada pemilihan ini. Melakukan suatu proses yang transparan dan berkeadilan kepada siapapun. Bukan hanya kepada calon rektor yang mendaftar, tetapi kepada panitia pemilihan Rektor Unpad juga.

Masih kata Rudiantara karena ada review/ulasan dari proses, kemungkinan besar akan ada perubahan pada proses pemilihan Rektor Unpad 2019-2024. Hal itu berdasarkan masukan dari stakeholder utama Unpad.

“Secara perkiraan waktu diharapkan prosesnya bisa berlangsung kurang lebih selama dua minggu. Nanti kita lihat lagi sampai sejauh mana. Kita memiliki waktu yang panjang. Berdasarkan statuta Unpad PP Nomor 51, paling lambat menentukan Rektor Unpad periode 2019-2014 selama tiga bulan (13 Januari  2019) sebelum masa berakhirnya jabatan rektor (13 April 2019),” terangnya.

Pihaknya bukan ingin mengulur-ngulur waktu pemilihannya. Tetapi tidak ingin terburu-buru, meskipun lebih cepat lebih baik.

“Yang utama kami ingin mengedepankan governance yang berkualitas, agar prosesnya baik dan hasilnya baik,” katanya.

Prosesnya sendiri tidak dilakukan dari nol lagi, seperti penjaringan, daftar ulang serta dari awal sama sekali.

Sebelumnya di detik-detik akhir pemilihan Rektor Unpad yang tadinya akan digelar 27 Oktober 2018, ada tiga calon Rektor Unpad yang telah lulus dan ditetapkan oleh MWA. Ketiga calon rektor tersebut adalah (secara alfabetis); Aldrin Herwany, PhD, Prof. Atip Latipulhayat, PhD, dan Prof. Dr. Obsatar Sinaga.

Rudiantara pun menjelaskan bahwa ketiga calon tersebut dapat menerima keputusan rapat pleno yang digelar (27/10/2018). [SR]***