Majalah Sora|Monday, March 18, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Pemecahan Rekor MURI ‘Gebyar Puisi Basa Sunda’

Pemecahan Rekor MURI ‘Gebyar Puisi Basa Sunda’ 

rekor puisi sunda gedung satePoto kiri ke kanan: Pihak Muri, Bu Eulis, Ketua Sabumi, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Encep, Ketua MGMP Basa Sunda Jabar, H. Sobandi, Kepala SMA Pasundan 1 Kota Bandung

majalahsora.com, Kota Bandung – Menyambut Bulan Bahasa yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober, Komunitas Sariksa Budaya Pribumi (SABUMI) menggelar acara Berbahasa dan Bersastra Sunda, Pemecahan Rekor MURI ‘Gebyar Puisi Basa Sunda’. Berlangsung di halaman depan Gedung Sate Bandung, Sabtu (20/10/2018).

Pada acara ini diselenggarakan lomba menulis sajak atau puisi berbahasa Sunda. Tak tanggung-tanggung, peserta yang mengikuti lomba ini mencapai jumlah 2.335 orang, baik dari kalangan siswa-siswi SMA maupun mahasiswa se-Jawa Barat.

Jumlah tersebut memecahkan rekor MURI sebagai lomba penulisan puisi berbahasa Sunda dengan peserta terbanyak. Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menerima langsung penghargaan pemecahan rekor MURI ini.

Uu mengaku sangat menyambut baik penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, acara ini dapat meningkatkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap penggunaan bahasa Sunda. Dewasa ini, katanya, pemuda-pemuda Jabar tidak banyak yang menguasai bahkan tidak paham bahasa Sunda, karena sudah terbiasa menggunakan bahasa Indonesia.

“Betul, tidak salah bahasa Indonesia digunakan setiap hari, karena itu bahasa resmi, bahasa persatuan. Tetapi, cik atuh orang Sunda mah, ulah ninggalkeun kana basa sorangan,” kata Uu ditemui usai acara, di Gedung Sate, Minggu (20/10/2018).

“Oleh karena itu, pada acara ini saya sangat mendukung,” lanjutnya.

Uu menambahkan, pihaknya menggagas untuk menyelenggarakan Pasanggiri Budaya Sunda. Rencananya, kegiatan tersebut akan memperlombakan berbagai kesenian dan budaya daerah khas Jabar, termasuk kuliner, fashion dan kesenian lainnya.

Dirinya inginkan kegiatan ini diikuti oleh generasi muda, sebagai bentuk penanaman minat dan pelestarian budaya.

“Di masa yang akan datang kami akan menyelenggarakan kegiatan Pasanggiri Budaya Sunda, antara lain makanan, pakaian, kesenian, kita perlombakan disini,” ujar Uu antusias.

“Saya harap yang ikut lomba ini adalah anak muda, jangan orang tua. Tujuannya agar menumbuhkan rasa cinta dan sayang pada budaya dan seni daerah,” pungkas Uu. [SR]***