Majalah Sora|Wednesday, March 27, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » Pastikan Sekolah Ramah Anak Direalisasikan, Netty Kunjungi SMAN 1 Indramayu

Pastikan Sekolah Ramah Anak Direalisasikan, Netty Kunjungi SMAN 1 Indramayu 

netty bank  bjb kelas extra di sman 1 indramayu (1)Poto Humas Jabar – Roadshow ketiga Netty Heryawan di bjb Kelas Extra, sambangi di SMAN 1 Indramayu

majalahsora.com, Kabupaten Indramayu – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggenjot implementasi program SRA (Sekolah Ramah Anak), khususnya di SMA/SMK se-Jawa Barat.

“Namun bagaimana upaya untuk mendongkrak kepedulian para siswa itu sendiri dalam mensukseskan program SRA di sekolahnya?” Pertanyaan tersebut dilontarkan siswa SMAN 1 Indramayu M. Ardan saat Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan  melakukan kunjungan pada acara Roadshow “Bank BJB Kelas Extra” di SMAN 1 Indramayu Jl. Cendana VI no. 16-17 Pekandangan Kabupaten Indramayu, Rabu (14/03/2018).

netty bank  bjb kelas extra di sman 1 indramayu (3)Poto Humas Jabar – Bjb Kelas Extra di SMAN 1 Indramayu

Menjawab pertanyaan tersebut Netty menuturkan, salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah yakni dengan memasang plang SRA yang didalamnya tercantum tiga nomor telepon, dimana seluruh siswa dapat menghubungi jika terjadi kekerasan.

Ketiga nomor tersebut ialah nomor telepon kepala sekolah yang bersangkutan, nomor telepon lembaga pengada layanan yang menangani kasus terkait seperti P2TP2A, serta nomor telepon unit PPA kepolisian setempat. Dengan demikian Netty berharap, para siswa akan terdorong untuk meningkatkan awareness mereka terhadap ancaman kekerasan.

netty bank  bjb kelas extra di sman 1 indramayu (2)Poto Humas Jabar – Netty berinteraksi langsung dengan siswi SMAN 1 Indramayu

“Ini harus kita dorong terus, anak-anak (para siswa) agar berani melapor pada guru atau orang dewasa yang diyakini bisa memberikan bantuan, jika ada indikasi-indikasi kekerasan, narkoba, pergaulan bebas, dan sebagainya,” ujar Netty ditemui usai acara.

“Ini juga menjadi early warning system bagi orang-orang yang berniat melakukan kejahatan, kekerasan, percobaan menawarkan narkoba maupun hal-hal yang dapat merusak di lingkungan sekolah,” lanjutnya.

netty bank  bjb kelas extra di sman 1 indramayu (4)Poto Humas Jabar – Tampilan siswi SMAN 1 Indramayu

Selain itu, Netty juga menghimbau pada para guru untuk melakukan dialog dengan para siswa guna menghadirkan proses belajar mengajar yang menyenangkan, sehingga siswa merasa betah di sekolah. Lebih khusus Netty meminta agar guru hendaknya mengajari tanda-tanda kedewasaan, kesehatan reproduksi, dan konsep diri para seluruh siswa. Hal tersebut, kata Netty, sangatlah penting agar siswa dapat mengenali tindakan apa saja yang termasuk kekerasan dan dampak negatif yang bisa timbul pada dirinya.

Netty menyebutkan, pihaknya sengaja melakukan kunjungan dalam bentuk roadshow ke SMA dan SMK di Jawa Barat, untuk memastikan bahwa program SRA telah diimplementasikan secara merata, sehingga sekolah tidak lagi menjadi penjara bagi siswa dan mampu membentuk karakter peserta didiknya.

“Sekolah bukan hanya tempat untuk transfer ilmu, tapi juga membentuk karakter dan akhlaqul karimah,” pungkas Netty.

netty heryawan bank  bjb kelas extra di sman 1 indramayu (5)Poto Humas Jabar – Ribuan siswa SMAN 1 Indramayu hadiri bjb Kelas Extra

Kepala Sekolah SMAN 1 Indramayu, Hendhy Mukatmirah dengan bangga menegaskan, sekolah yang dipimpinnya telah menjadi SRA berbasis bebas kekerasan, baik kekerasan dari guru maupun dari siswa senior.

“Disini tidak kenal perundungan/bullying,” tukas Hendhy dalam sambutannya.

“Kekerasan dari guru ke murid, kekerasan antar siswa, disini tidak pernah terjadi,” sambungnya. Pernyataan Hendhy tersebut diamini seluruh siswa yang mengikuti acara.

Netty di SMAN 1 Kota Bekasi

Sehari sebelumnya,  Selasa (13/03/2018), Netty Heryawan mengunjungi SMAN 1 Kota Bekasi Jl. KH. Agus Salim No.200 Kota Bekasi, dalam gelaran roadshow yang sama.

Usai berdialog dengan siswa-siswi SMAN 1 Kota Bekasi, Netty mengatakan sebetulnya semua sekolah siap untuk konsep Sekolah Ramah Anak mereka juga sangat sepakat. Hal utama yang menjadi kunci adalah proses pembelajaran dibangun dengan suasana yang menyenangkan, sikap guru yang memposisikan sebagai orangtua dan murid-murid sebagai anaknya, sehingga memudahkan anak menerima pelajaran.

Untuk Jawa Barat sendiri, Netty mengatakan 80% sekolah di Jabar menerapkan tiga konsep Sekolah Ramah Anak, yang meliputi pemenuhan unsur software, hardware, dan brainware. [SR]***