Majalah Sora|Monday, March 25, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » Pameran Pendidikan Dan Lab Komputer SMAN 3 Bandung Diresmikan Emil Gubernur Jabar

Pameran Pendidikan Dan Lab Komputer SMAN 3 Bandung Diresmikan Emil Gubernur Jabar 

SONY DSCRidwan Kamil sedang menantangani plakat peresmian laboratorium komputer SMAN 3 Bandung, disaksikan Dewi Sartika, Kadisdik Jabar (kiri) dan Yeni Gantini, Kepala SMAN 3 Kota Bandung (kanan).  

majalahsora.com, Kota Bandung – Edu Passion tahun 2019 atau pameran pendidikan SMAN 3 Bandung yang diikuti oleh puluhan perguruan tinggi negeri swasta, dibuka langsung oleh Ridwan Kamil Gubernur Jabar.

Selain ini pada kesempatan yang sama dirinya pun meresmikan lab komputer SMAN 3, yang berjumlah empat ruangan, kumplit dengan fasilitas penunjangnya. Sebelumnya kampusnya sudah memiliki tiga lab komputer.

Kegiatannya dilaksanakan Kamis (24/1/2019) di halaman dan koridor kampus SMAN 3 Kota Bandung, yang berada di Jalan Belitung No 8, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung.

Acaranya sendiri dihadiri oleh Dewi Sartika, Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Ayi Atikah, Kasie KCD Wilayah VII, Kepala SMA negeri dan swasta yang ada di Kota Bandung, dan lainnya.

SONY DSCRidwan Kamil saat membuka Edu Passion/pameran pendidikan SMAN 3 Bandung yang diikuto oleh berbagai perguruan tinggi dan lembaga konsultan pendidikan.

Di hadapan awak media Emil meminta kepada Kadisdik Jabar untuk melaksanakan kegiatan memberikan informasi penjurusan kepada seluruh sekolah di Jabar.

“Dulu Gubernur Jabar (dirinya) waktu jaman SMA nya merupakan contoh yang memilih jurusan tanpa ada panduan. Karena bingung bertanya ke sana ke sini. Jadi refrensinya tidak kredibel kira-kira begitu. Waktu itu milih jurusan arsitektur ITB karena ingin bertemu teman SMAN 3 lagi,” terang Emil, sapaan akrab Gubernur Jabar, Kamis (24/1/2019) pagi.

“Jangan sampai peristiwa yang saya alami, terjadi sekarang. Sehingga dengan kegiatan ini anak-anak betul-betul memilih sesuai kemampuannya. Apa condong ke otak kiri atau kanan, sehingga ke depan bisa melanjutkan pendidikan di bidang yang sesuai dengan minatnya,” imbuh Ridwan Kamil nama lengkap Gubernur Jabar.

Di samping itu menurut Emil, APK (angka partisipasi kasar) yang melanjutkan ke perguruan tinggi belum maksimal baru 20 persen. Hal itu menerangkan bahwa indeks sarjana di Jawa Baat masih rendah, oleh sebab itu pemerintahannya akan mendorong meningkatkan indeks tersebut.

“Kita lihat bangsa Jepang, Jerman dan lainnya indek kesarjanaannya sangat tinggi. Dan itu harus menjadi sebuah program dari kita,” kata Emil yang pernah menjadi Walikota Bandung.

SONY DSCSuasan edu passion SMAN 3 Kota Bandung tahun 2019.

Masih kata mantan Walikota Bandung, di masa depan kemampuan berbahasa, khususnya bahasa Inggris harus ditingkatkan, untuk bisa bersaing secara global.

“Di samping bahasa Inggris kita juga harus menguasai skill digital/komputer. Makanya sekarang sekalian ada peresmian fasilitas laboratorium komputer di SMAN 3. Dananya gabungan antara dana APBN dan swadaya SMAN 3. Untuk memaksimalkan lulusan di sini, agar mereka bisa bersaing saat lulus,” papar Emil yang merupakan alumni SMAN 3 Kota Bandung.

Dirinya pun mengatakan bahwa tugas gubernur harus menstandarisasi hal itu. Agar bisa di programkan di tempat/sekolah lainnya, dengan memiliki fasilitas yang sama.

Sementara itu Yeni Gantini Kepala SMAN 3 Kota Bandung menjelaskan, bahwa diadakannya Edu Passion di sekolahnya untuk menjembatani siswa kelas XII khususnya, dan semua siswa umumnya dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi yang tepat sesuai bakat dan potensinya.

“Kami berkewajiban memfasilitasi kebutuhan siswa-siswi kami. Supaya mereka mendapatkan kemudahan-kemudahan untuk bertanya segala sesuatu dari sumbernya langsung,” kata Yeni.

Pada kegiatan Edu Passion tahun 2019, pihaknya mengundang 37 perguruan tinggi negeri dan swasta, dan konsultan pendidikan yang berkualitas.

“Perguruan tinggi yang hadir memberikan informasi mengenai kriteria, persyaratan dan pembiayaannya. Contohnya dari Unpad menerangkan mengenai cara memilih jurusan dan mengenai cara pembiayaannya,” katanya.

edu passion sman 3 kota bandung 2019Poto bersama, Emil, Kadisdik Jabar, perwakilan KCD Wilayah VII, para kepala sekolah SMA di Kota Bandung dan guru SMAN 3 Kota Bandung.

“Tadi saya dengar paparan dari kampus Unpad, bagi siswa yang tidak mampu dalam hal pembiayaan akan diberi solusi. Berikutnya Kami juga memfasilitasi siswa-siwa untuk mendapatkan informasi terkait dengan beasiswa, baik beasiswa perguruan tinggi di dalam negeri maupun luar negeri,” terang Yeni.

Di samping itu pihaknya pun mengadakan fasilitas tes minat dan bakat.

“Alhamdulilah kegiatannya lancar, terima kasih kepada semua pihak, Pak Emil Gubernur Jabar yang merupakan alumni SMAN 3 berkenan hadir, di sela-sela kesibukan beliau. Bu Ai, dari KCD Wilayah VII, rekan-rekan Kepala SMA negeri dan swasta yang hadir. Dan mengundang 10 siswa dari 57 SMA negeri/swasta lainnya yang hadir. Bagi sekolah yang belum berkesempatan mengadakan kegiatan pameran pendidikan bisa merasakan juga manfaatnya, kami senang bisa berbagi dan mendapat informasi yang sama,” katanya.

Sementara itu terkait peresmian laboratorium komputer sekolahnya, Yeni menjelaskan bahwa ruangan tersebut akan digunakan untuk pembelajaran, salah satunya dalam mengahadapi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) tahun 2019.

edu passion sman 3 bandung 2019Bersama siswa SMAN 3 Kota Bandung

“Dananya berasal dari bantuan pemerintah, dana sharingnya dari SMAN 3 Bandung. Tujuannya untuk mendukung era digitalisasi indusri 4.0. Di SMAN 3 Bandung berharap sudah melakukan segala sesuatunya berbasis komputer. Dari mulai ulangan harian, tengah semester, dan lainnya,” ujarnya.

“Alhamdulillah kami pun mendapat bantuan smart board dari Disdik Jabar sebanyak 2 unit. Kami akan manfaatkan seoptimal mungkin oleh guru-guru di sini yang kebetulan memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap kemajuan,” sambung  Yeni.

Sekolahnya pun mendapatkan fasilitas smart room dari alumni. Salah satu kegunaannya yaitu untuk kegiatan video conference dengan siswa di lima benua (Asia, Eropa, Afrika, Australia dan Amerika).

“Anak-anak kami biasa melakukan video conference dengan siswa di luar negeri untuk berkolaborasi berkomunikasi. Hal itu sesuai dengan tuntutan abad 21, yang kita kenal dengan 4-C, yaitu critical thingking, communication, colaboration serta creativity. Keempat hal itu sudah diejawantahkan oleh siswa kami,” kata Yeni.

Masih berkaitan dengan kampusnya, baru-baru ini SMAN 3 Kota Bandung meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri beserta trophy-nya yang diberikan langsung oleh Siti Nurbaya Menteri KLKH, di Jakarta. [SR]***