Majalah Sora|Wednesday, March 27, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » Menariknya Workshop PKB Guru Kimia Se-Indonesia Di SMAN 10 Kota Bandung

Menariknya Workshop PKB Guru Kimia Se-Indonesia Di SMAN 10 Kota Bandung 

SONY DSCAde Suryaman, S.Pd., M.M., Kepala SMAN 10 Kota Bandung

majalahsora.com, Kota Bandung – Kurang lebih ada 20 Guru Kimia se-Indonesia, yang mengikuti “Workshop Pembelajaran IPA Terapan Bidang Kimia Bagi Guru SD/IPA/SMA/SMK/MA”. Disampaikan secara menarik oleh Uga Patriajasa, yang merupakan ahli pembelajaran kimia, di samping itu ada Team YP3TK-Internasional bekerjasama dengan P4TK.

Digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 22-23 September 2018, tempatnya di laboratoium kimia SMAN 10 Kota Bandung, yang merupakan salah satu sekolah rujukan di Kota Bandung. 

SONY DSCPoto bersama

Tujuan dari kegiatan tersebut, di antaranya  untuk meningkatkan kompetensi guru-guru Kimia dalam mengembangkan pembelajaran IPA terapan, utamanya dalam memanfaatkan zat-zat kimia yang ada di sekitar, untuk bahan ajar/praktek kepada siswanya. Hal itu dikatakan oleh Wini Mandalia, Koordinator Guru Kimia SMAN 10 Kota Bandung, kepada majalahsora.com.

“Sebenarnya banyak yang ingin mengikuti kegiatan ini, namun ada yang tidak diberi ijin oleh kepala sekolahnya,  bentrok dengan kegiatan IHT dan lainnya. Tetapi kami tetap bersyukur, hadir 20 guru, bukan hanya dari Kota Bandung saja, tetapi ada yang dari Kalimantan, Maluku, NTT , Jatim dan lainnya,” kata Wini.

SONY DSCPara peserta pelatihan

Pada Workshop tersebut ada 20 percobaan. Ke-20 percobaan tersebut memanfaatkan produk-produk umum (seperti pembersih keramik, pemutih pakaian, air aki, dan lainnya) yang mewakili zat kimia (padat dan cair) tertentu, serta bisa dibeli di warung, toko swalayan ataupun toko bangunan.

“Bahan Kimia kan mahal dan tidak selalu ada di setiap daerah (sulit di dapat), dengan workshop ini, guru jadi tahu pemanfataan produk-produk umum yang bisa dimanfaatkan untuk praktek IPA saat pembelajaran,” kata Wini.

Dari pantauan majalahsora.com, Uga memaparkan/menuliskan setiap rumus kimia yang ada, lalu langsung diujikan. Setiap percobaan memiliki hal yang menarik, apalagi kalau saat pembelajaran di lab, salah satunya percobaan cairan, yang saat diteteskan ke zat lainnya, tiba-tiba memunculkan percikan api. Meskipun begitu masih dalam batas aman.  

SONY DSCKeseriusan dan antusias para peserta pelatihan

Selain itu ada percobaan mengenai zat basa, zat asam, menggunakan PK, aki zur, pemutih pakaian, pembersih kloset wc, dan lainnya.

Pada kesempatan yang sama Ade Suryaman, Kepala SMAN 10 Kota Bandung, mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung pelaksanaan pelatihan/workshop tersebut di kampusnya. Sebagai sekolah rujukan, SMAN 10 akan mendukung semua upaya, dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

SONY DSCUga, pemateri dan Wini, Guru Kimia SMAN 10 Bandung saat melakukan percobaan

“Insya Alloh SMAN 10 Bandung, akan mendukung semua kegiatan, apalagi SMAN 10 merupakan milik negara, makanya kami siapkan tempatnya. Berkaitan dengan pelatihan banyak hal yang unik, tadi saat pembukaan ada uji roket (bukan roket air), yang bahannya mudah di dapat, sangat inovatif dan menarik apabila diaplikasikan oleh Guru IPA/Kimia,” kata Ade, usai membuka kegiatan.

Dirinya memaparkan bahwa “Workshop Pembelajaran IPA Terapan Bidang Kimia Bagi Guru SD/IPA/SMA/SMK/MA” sangat penting untuk meningkatkan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan).

SONY DSCNia, Guru SMAN 10 Kota Bandung mengikuti kegiatan dengan seksama

“Sekarang di era globalisasi guru-guru harus terus dilatih keahliannya, salah satunya melalui kegiatan pelatihan seperti ini. Ilmu terapan yang didapat akan diberikan/diajarkan kembali kepada anak didiknya,” kata Ade.

Masih kata Ade, dengan workshop itu, para guru IPA/Kimia yang ikut dapat mengembangkan, meningkatkan inovasi pembelajaran di daerahnya masing-masing. Selain itu untuk peningkatan pangkat, (angka empat) profesinya.

SONY DSCPercobaan roket

Lebih lanjut Ade pun berharap, ke depan agar setiap ada kegiatan pelatihan guru, mendapat perhatian dan dukungan dari kepala sekolah masing-masing, jangan sampai mempersulit ijin, atau pun dari segi anggarannya.

“Tahun depan kalau memang mau diadakan di SMAN 10 Kota Bandung kembali, kami siap mendukungnya, asal tidak bentrok dengan kegiatan yang ada,” pungkas Ade. [SR]***