Majalah Sora|Monday, March 18, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Kuliah Ramadhan 1439 H: Agar Do’a Terkabul, oleh KH. Miftah Faridl

Kuliah Ramadhan 1439 H: Agar Do’a Terkabul, oleh KH. Miftah Faridl 

kuliah ramadhan 1439 h majalahsora

Assalamu’alaikum, wr, wb.

Alhamdulillahirobbil alamin, washolatu wassalamu ‘ala asrofil ambiya iwal mursalin wa’ala alihi wasohbihi aj ma’in.

Salah satu bentuk komunikasi kita dengan Alloh SWT, adalah dalam bentuk do’a. Dalam Al-Qur’an surah Al Fatihah, dikatakan bahwa komunikasi kita dengan Alloh adalah dengan ibadah dan istianah (meminta pertolongan), Iyyakana’budu wa iyya kanasta’in (Hanya Engkaulah yang kami ibadahi dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan).

Oleh karena itulah seorang muslim yang baik adalah yang banyak berdo’a. Semakin banyak kita berdo’a kepada Alloh SWT, maka Alloh akan semakin sayang kepada kita. Sebaliknya apabila semakin malas berdo’a kepada Alloh SWT, maka Alloh akan murka kepada kita.

Orang baik itu menurut ajaran Islam, adalah banyak meminta kepada Alloh, dan banyak memberi kepada manusia, bukan sebaliknya.

Alloh berfirman, QS-Al mukmin 60, Ud’uni astajib lakum, yang artinya berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan.

Mungkin timbul pertanyaan pada diri kita, sudah banyak berdo’a  akan tetapi tidak dikabulkan. Ada beberapa jawaban, pertama mungkin sebetulnya do’a itu akan dikabulkan, tetapi menunggu soal waktu yang tepat. Kedua mungkin do’a itu tidak dikabulkan, karena Alloh SWT maha tahu, kalau dikabulkan justru kita akan mendapatkan sesuatu yang tidak baik, dan Alloh sayang kepada diri kita.

Atau kemungkinan Alloh akan mengabulkan do’a kita dalam pemberian bentuk lain, yang lebih maslahat bagi kita. Paling tidak do’a itu menjadi bagian dari ibadah kepada Alloh SWT, yang hasilnya akan didapatkan di akherat kelak. Atau mungkin do’a kita tidak dikabulkan karena kita salah dalam berdo’a.

Ada petunjuk dalam agama agar do’a bisa dikabulkan, pertama do’a itu harus dinyatakan oleh kita kepada Alloh, tidak hanya dalam hati. Walaupun Alloh tahu yang tergertar di dalam hati kita, tetapi Alloh menghendaki do’a itu dinyatakan dalam bentuk permintaan.

Kedua, do’a yang baik itu do’a yang diawali dengan memuji Alloh, membesarkan Alloh,  memohon ampun kepada Alloh, serta bersholawat kepada jungjungan kita, Nabi Muhammad SAW.

Di samping itu do’a yang paling baik itu, yang diawali memanggil nama-nama Alloh yang terkandung dalam Asmaulhusna atau Ismul Azhom, ada Ya Hannan, Ya Mannan, Ya Dzaljalali Wal Ikrom, Ya Malikal Mulki, Ya Hayyu Ya Qayyum, dan sejumlah panggilan-panggilan lain, yang ada di dalam Ismu Azhom.

Alloh berjanji , Aku malu apabila tidak mengabulkan hamba-hambaKu yang memanggil dengan nama-namaKu yang Agung, Ismul Azhom.

Selanjutnya do’a yang baik itu adalah do’a yang dinyatakan oleh kita, penuh berbaik sangka kepada Alloh. Alloh akan menentukan irodah dan kehendakNya, sesuai dengan dugaan-dugaan hambaNya. Berikutnya berdo’a dengan santun, dengan tidak menunjukan kesombongan, baik dalam kata-kata maupun dalam sikap.

Ada sebuah ajaran dari Rosululloh SAW, yang penting juga harus kita laksanakan, yaitu do’a yang paling baik adalah, do’a untuk seseorang tanpa sepengetahuannya. Terutama kepada orang-orang yang telah berbuat baik kepada kita, atau orang-orang yang pernah kita sakiti, dzolimi, dan pernah kita khianati. Dan yang terlebih penting do’a untuk ayah dan ibunda kita, baik yang masih ada maupun yang telah berpulang ke Rahmatulloh. Awalilah do’a kepada kedua orangtua kita.

Pernah pada suatu saat Rosululloh SAW memberikan komentar, kepada seorang laki-laki yang sedang berdo’a sambil menangis, beliau menyatakan, nggak mungkin do’anya dikabul oleh Alloh, karena makanan yang ia peroleh dengan cara yang haram, pakaian yang dipakai dengan cara yang haram.

Ini penting bagi kita, mengkonsumsi makanan, memakai pakaian, mengisi isi rumah, mengendarai kendaraan kita, dengan uang dan cara yang haram, menyebabkan do’a kita tidak dikabulkan oleh Alloh SWT.

Awalilah do’a itu dengan takorub dulu kepada Alloh. Do’a paling baik itu setelah sholat, shaum, dzikir, towaf, taqorub kepada Alloh. Malah do’a yang paling baik itu setelah kita berbuat baik kepada orang lain.

Yang terlebih penting berkhidmadlah pada ayah dan ibu baru berdo’a, tolonglah fakir  miskin baru berdo’a, santuni anak yatim baru berdo’a, bantu masjid yang memerlukan bantuan, insya Alloh do’a kita akan dikabulkan oleh Alloh SWT. Wassalamualaikum, wr wb. [SR-bukahati-bl]***