Majalah Sora|Wednesday, March 20, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Kol Inf Yusep Dansektor 21 Beri Sangsi Pembuang Limbah Tinja

Kol Inf Yusep Dansektor 21 Beri Sangsi Pembuang Limbah Tinja 

2018-10-13 18.02.22Kol Inf Yusep Sudrajat, Dansektor 21, dengan latar belakang dua truk tengki tinja yang ditahan

majalahsora.com, Kota Cimahi – Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat melakukan pemanggilan terhadap para pelaku pembuangan tinja dari truk sedot tinja (milik perseorangan) ke sungai Cibaligo, Kota Cimahi.

Berlangsung Sabtu 13 Oktober 2018 siang di Koramil 0922/Cimahi.

Dari informasi yang di dapat majalahsora.com, kelima pelaku tersebut sebelumnya tertangkap tangan oleh anggota satgas Citarum Harum sektor 21-13 saat membuang tinja ke sungai Cibaligo Kamis (11/10/2018).

Anggota satgas 21-13 sebelumnya mendapat laporan dari warga sekitar. Disaat melakukan patroli di wilayah itu, para anggota TNI tersebut mendapati para pelaku sedang melakukan aksinya. Disinyalir hal itu bukan yang pertama kalinya.

Kol Inf Yusep pun sangat geram terhadap perbuatan mereka yang sangat tidak terpuji. Dirinya mengibaratkan anggota TNI yang kini membersihkan sungai di kegiatan Citarum Harum seperti dilempar tinja tepat dimukanya.

“Coba kalian pikir kami susah payah membersihkan sungai, kalian seenaknya mengotori sungai dengan tinja yang dibuang begitu saja,” kata Yusep, dihadapan para pelaku, Sabtu (13/10/2018) siang.

“Seharusnya mereka membuangnya ke tempat resmi yang disediakan oleh PDAM. Bukannya ke sungai langsung begitu saja,,” imbuh Yusep.

Untuk memberi efek jera terhadap para pelaku, Komandan Sektor 21 tersebut akan memberikan sangsi hukum dan sosial. Membersihkan sungai Cibaligo bersama anggota satgas Citarum Harum sektor 21-13 selama15 hari berturut-turut.

Sementara itu Danramil 0922/Cimahi Mayor Mamin Masturi yang merangkap sebagai Komandan Subsektor 13 memaparkan kepada awak media, rencananya akan memberlakukan sangsi tersebut mulai Senin (15/10/2018).

“Setelah apel di Koramil lalu ke lapangan. Mereka akan diterjunkan membersihkan sungai Cibaligo, dari pukul 08.00 s.d 12.00,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama Kapolsek Cimahi Selatan AKP Sutarman yang hadir di Koramil bersama anggotanya, mengatakan akan melakukan proses hukum bagi para pelaku.

“Ini merupakan tipiring/tindak pidana ringan. Namun kami akan proses sesuai dengan KHUP. Baru pertama kali kami menangani kasus ini,” kata AKP Sutarman.

Dari pihak kewilayahan, Tarya Sudrajat Kasie Pemerintahan Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, memaparkan bahwa para pelaku tidak memiliki perijinan dari Dishub.

Selain itu tidak memiliki TDP, HO, SIUP, dan ijin lainya yang ada keterkaitan dengan perijinan truk mobil tinja.

Di hadapan Dansektor, Danramil, Kapolsek Cimahi Selatan, serta awak media sebelumnya mereka mengaku baru melakukan pelanggaran pertama kali.

Namun setelah di desak oleh Kol Inf Yusep, mereka pun mengakui sudah lebih dari satu kali membuang tinja ke sungai.

Kata ST pemilik truk sedot tinja, yang menjadi penyebab mereka membuang tinja tersebut untuk mengurangi beban operasional.

“Saya meneruskan usaha Ibu saya. Truknya yang Ibu saya. Biasanya kami membuang ke Elang tempat resmi pembuangan tinja milik PDAM. Untuk sekali buang dipungkut Rp 100 ribu/tangki. Untuk tarif sendiri kami mematok harga Rp 250-300 ribu. Tangki truk tinja bisa menampung untuk dua rumah tangga, ” kata ST, pemilik truk sedot tinja dari Baleendah.

Dirinya menjelaskan kalau membuang di sungai Cibaligo hanya membayar Rp 60 rb kepada oknum di sana.

Tidak berbeda jauh dengan ST pelaku lainnya RG (supir) dan WD (pemilik truk) mengaku baru pertama kali melakukan pelanggaran pertama kali. Namun akhirnya mereka pun mengaku telah beberapa kali melakukan pelanggaran.

“Biasanya saya buang tinjanya ke PDAM Cidurian,” kata RG.

Mereka akhirnya meminta maaf kepada Dansektor 21, Danramil Cimahi dan Kapolsek Cimahi Selatan.

“Kami kapok Pak, maafkan kami,” kata WD. [SR]***