Majalah Sora|Friday, March 22, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » Kali Pertama Mengikuti LPI Kesebelasan SMAN 16 Bandung Langsung Jadi Juara

Kali Pertama Mengikuti LPI Kesebelasan SMAN 16 Bandung Langsung Jadi Juara 

sman 16 bandung juara lpi 2018Kesebelasan SMAN 16 Kota Bandung juara LPI tingkat Kota Bandung tahun 2018

majalahsora.com, Kota Bandung – Bagai pucuk dicinta ulam tiba,  peribahasa ini cukup menggambarkan betapa bahagianya keluarga besar SMA Negeri 16 Kota Bandung, usai kesebelasannya sukses menjuarai LPI (Liga Pendidikan Indonesia) sepakbola tingkat Kota Bandung tahun 2018 untuk kali pertama.

Kepala Sekolah SMA Negeri 16 Bandung Aam Hamzah, saat ditemui majalahsora.com, Selasa (6/11/2018) mengaku bahagia dengan kemenangan sekolahnya usai meraih juara pertama LPI.

“Sehari sebelum penutupan pendaftaran LPI saya mendapat kabar dari bagian bimbingan olahraga, yakni Pak Asep Tatang dan Deni Sudrajat yang menginfokan bahwa ada pendaftaran LPI. Kami pun segera berembuk dan mencoba untuk mendaftarkan diri, mengingat banyak bibit atlet futsal dan sepakbola di SMAN 16,” tandas Aam.

Banyaknya bibit yang memiliki kelebihan di bidang olahraga, terutama sepakbola menjadi salah satu alasan mengikuti LPI. Karena kabisa siswanya dapat disalurkan melalui pertandingan sepakbola Liga Pendidikan Indonesia (LPI) tingkat kota Bandung.

Namun karena baru pertama kali ikut gelaran tersebut, target SMAN 16 pun tidak muluk-muluk. Mereka menargetkan masuk 8 besar LPI yang digelar dari tanggal 17 Oktober-5 Nopember 2018 ini.

“The Sixteen” julukan kesebelasan SMAN 16 inipun kini berpredikat juara pertama dengan memboyong piala, medali dan uang pembinaan sebesar Rp 10 juta dari Pemerintah Kota Bandung.

Pialanya diserahkan langsung oleh Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana, pada penutupan LPI di Stadion Sidolig, Senin (5/11/2018) sore.

Menurut Aam yang pernah menjadi Guru Olahraga di SMA Negeri 25, pihaknya merasa bahagia atas raihan anak didiknya. Karena dapat merealisasikan visi misi “SMA Negeri 16 Juara” dengan memiliki sikap mental pekerja keras, pantang menyerah, menghargai waktu dan bertanggung jawab.

“Sebenarnya masalah hadiah itu hanya bonus atas kerja keras, tidak menjadi target, karena yang paling utama adalah memiliki jiwa yang mandiri dan bertanggung jawab,” tegas Aam.

SONY DSCDari kiri, Deni (pembina olahraga SMAN 16 Kota Bandung), Aam Hamzah (Kepala SMAN 16 Kota Bandung), Naufal (Kapten Kesebelasan SMAN 16 Bandung) dan Asep (Pembina olahraga SMAN 16 Kota Bandung)

Dirinya menambahkan untuk LPI tersebut baru pertama kali diikuti sekolahnya, bahkan yang melatih adalah orangtua murid. Sehingga kebersamaan antara para guru, pembimbing dan orangtua terjalin kekompakan dan silarurahmi sampai saat ini.

Lebih lanjut ia menceritakan kegembiraannya, karena tim nya dapat menjuarai LPI setelah mengandaskan kesebelasan SMAN 25 Kota Bandung melalui adu pinalti 5-3 di partai puncak. Saat waktu normal kedua tim bermain kacamata.

“Pada saat babak awal serangan bertubi-tubi dari kesebelasan SMAN 25, kami cukup khawatir juga. Tim SMAN 25 merupakan tim kuat yang sering masuk final dan menjuarai LPI. Namun karena berbagai pengalaman termasuk pernah menjuarai kejuaraan futsal tingkat jabar (mental terasah), kekhawatiran itupun sedikit berkurang,” katanya.

Sebelum mencapai babak final, SMAN 16 sukses mengalahkan juara LPI tahun 2017 yaitu SMAN 22 Kota Bandung, melalui adu pinalti 4-3. Pada waktu normal kedua tim bermain draw saling memasukan dengan skor 2-2.

Setelah menjuarai tingkat kota, menurut Aam pihaknya  akan melakukan persiapan untuk pertandingan antar wilayah, sebelum ke tingkat propinsi serta nasional mewakili Kota Bandung.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap siswa berpretasi, pihaknya akan memberikan reward.

“Jika prestasi tingkat kota,  maka akan bebas membayar SPP (iuran bulanan) selama sebulan, tingkat propinsi 3 bulan dan prestasi nasional dapat gratis SPP 6 bulan-1 tahun,  karena untuk program tersebut sudah dianggarkan pihak sekolah,” kata Aam.

Sementara itu Kapten kesebelasan Noval Rahmanda menceritakan perjuangannya, mulai dari awal babak hingga akhir kejuaraan yang kesemuanya tidak terlepas dari perjuangan semua pihak, baik tim,  para guru pembimbing maupun kepala sekolah

“Untuk mendapatkan piala,  medali,  uang pembinaan 10 juta, harus melewati 6 pertandingan,  sehingga untuk sampai menjadi juara,” ujar Noval yang kini tercata menjadi siswa kelas XI.

Noval yang didampingi pembimbing olahraga Asep Tatang Deni Sudrajat juga menceritakan jalannya pertandingan final tersebut dengan cukup berat dan serangan mematikan dari pihak lawan.

“Sedikit berat dan tertekan,  mereka sangat sulit untuk dikalahkan,  kita bermain tektok, defend atau bertahan, sehingga saat  mereka bermain cepat,  kita coba terus bertahan dengan strategi yang matang dan akhirnya dapat memecah permainan lawan, kita mengandalkan serangan balik, ” ucap Noval

Gelandang kanan yang juga kapten kesebelasan ini mengaku tidak menyangka akan jadi juara pertama, karena latihan hanya dilakukan satu kali sebelum pertandingan berlangsung. Dengan tekad yang kuat, kesulitan itupun dapat dipecahkan, terlebih kekompakan tim. [SR]***