Majalah Sora|Tuesday, March 26, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » Jumlah Siswa Terbuka di Sekolah Induk SMAN 1 Margahayu Telah Melebihi Target

Jumlah Siswa Terbuka di Sekolah Induk SMAN 1 Margahayu Telah Melebihi Target 

SONY DSCDrs. H. Aa Sudaya, M.Pd., Kepala SMAN 1 Margahayu Kabupaten Bandung

majalahsora.com, Kabupaten Bandung – Pada tahun pelajaran 2017-2018, kurang lebih ada 27 SMA negeri swasta yang menjadi sekolah induk dalam pelaksanaan sekolah terbuka di wilayah Kabupaten Bandung, termasuk SMAN 1 Margahayu yang berada di Kecamatan Margahayu.

Drs. H. Aa Sudaya, M.Pd., Kepala SMAN 1 Margahayu yang juga merangkap sebagai Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMA se-Kabupaten Bandung menuturkan, bahwa dirinya sangat mendukung kegiatan sekolah terbuka, dalam upaya menaikan APK (angka partisipasi kasar) Prop. Jabar yang melanjutkan ke jenjang  SMA/SMK.

“Tentu kami sangat serius, terutama dalam mensukseskan kegiatan sekolah terbuka di Kabupaten Bandung. Tujuannya sangat mulia untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Secara APK, di Kabupaten Bandung, Kecamatan Margahayu termasuk yang paling tinggi,” ujar Aa, saat ditemui majalahsora.com, Selasa (10/10/2017).

SONY DSCDrs. Deni Saputra, Kasubag Tata Usaha SMAN 1 Margahayu Kabupaten Bandung

Aa menegaskan bahwa adanya SMA terbuka bertujuan untuk memberi kesempatan kepada siswa yang tidak terserap oleh SMA negeri swasta. Selain itu untuk menyerap siswa yang putus sekolah.

Di Kabupaten Bandung sendiri, pada tahun 2017 kurang lebih ada 48.000 siswa yang lulus dari jenjang SMP. Jumlah siswa yang melanjutkan ke jenjang SMA/SMK ada 34.000, sedangkan sisanya ada 14.000 yang tidak terserap.

Melihat hal tersebut, untuk tahun ini Kabupaten Bandung menargetkan 7500 siswa yang melanjutkan ke sekolah terbuka. “Mudah-mudahan target tahun pelajaran 2017-2018 bisa menyerap 7500 siswa. Secara hitung-hitungan jumlah siswa di Kabupaten Bandung yang melanjutkan ke sekolah menengah masih rendah. Terutaman di daerah-daerah tertentu. Hal tersebut dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Setelah tamat SMP mereka kebanyakan lebih memilih bekerja membantu orang tuanya, apalagi banyak industri rumahan” ucapnya.

Lanjut Aa, untuk suksesnya keberlangsungan sekolah terbuka, sebelumnya dirinya bertemu dengan Dadang Naser Bupati Kabupaten Bandung dalam upaya memfasilitasi ke Disnaker Kabupaten Bandung, mensosialisasikan sekolah terbuka ke perusahaan-perusahaan.

SONY DSCIka Atika, Koordinator Sekolah Terbuka SMAN 1 Margahayu

Sejak dibukanya pendaftaran, kini tercatat ada 143 siswa di sekolah terbuka, sekolah induk SMAN 1 Margahayu. Secara jumlah telah melebihi target. “Alhamdulillah untuk siswa terbuka di sekolah induk SMAN 1 Margahayu melebihi target yang diinginkan, tadinya menargetkan 3 kelas untuk 100 orang siswa. Paling jauh ada yang dari Ciwidey,” ujar Aa.

Setelah diterima di sekolah terbuka SMAN 1 Margahayu, para siswa didampingi orang tuanya mengikuti MOPPDB (Masa Orientasi Pembelajaran Peserta Didik Baru). Dilaksanakan beberapa waktu yang lalu dan diresmikan oleh Dr. H. Dede Amar, M.M.Pd., Kepala BP-3 Wilayah 4 Disdik Prop. Jabar.

SONY DSCDalam mendukung kegiatan sekolah terbuka, di SMAN 1 Margahayu dilaksanakan LMS (Learning Manajemen Sekolah) untuk 27 SMA negeri swasta di Kabupaten Bandung yang menjadi sekolah induk

Kegiatan belajarnya dilaksanakan secara jarak jauh atau belajar dengan menggunakan modul dan tatap muka langsung. Untuk mendukung pembelajaran jarak jauh, para siswa akan dipinjami buku BSE (buku sekolah elektronik), pembelajarannya dari Senin sampai Kamis di rumahnya masing-masing.

Sedangkan untuk tatap muka dilaksanakan di TKB (tempat kegiatan belajar) yang tersebar di empat tempat, yaitu di Arjasari, Cangkuang, Kecamatan Margahayu dan SMAN 1 Margahayu, akan dimulai Sabtu mendatang (21/10/2017). Dibimbing oleh 16 guru SMAN 1 Margahayu.

Dalam upaya meningkatkan keterserapan masyarakat Kabupaten Bandung ikut sekolah terbuka, ke depannya Aa akan mengajak rekan-rekannya yang tergabung dalam MKKS SMA se-Kabupaten Bandung, untuk lebih optimal dalam mengajak dan mensosialisasikan hal tersebut. [SR]***