Majalah Sora|Wednesday, March 20, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » Hanya Memerlukan 10 Menit Proses PPDB Akademik 2018 Di SMAN 23 Kota Bandung

Hanya Memerlukan 10 Menit Proses PPDB Akademik 2018 Di SMAN 23 Kota Bandung 

deddy chrisdiarto kepala sman 23 kota bandungDrs. Deddy Chrisdiarto, Kepala SMAN 23 Kota Bandung

majalahsora.com, Kota Bandung – Pelayanan panitia PPDB akademik (Penerimaan Siswa Didik Baru) di SMAN 23 Kota Bandung cukup memuaskan para pendaftar. Karena hanya memerlukan sepuluh menit, untuk menuntaskan proses pendaftarannya. Hal itu dikatakan oleh salah satu orang tua pendaftar, saat ditemui di ruang PPDB SMAN 23, Selasa (10/7/2018) siang.

PPDB akademik SMA/SMK Negeri yang dilaksanakan di lingkungan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat (27 kabupaten/kota) sendiri berlangsung dari tanggal 5-10 Juli 2018. Setiap pendaftar bisa memilih dua sekolah pilihan .

Berkaitan dengan pendaftaran PPDB akademik, Deddy menuturkan, bahwa pihaknya ingin melayani secepat mungkin para pendaftar, agar tidak terjadi antrian panjang. Hari pertama membludak, namun di hari-hari berikutnya umumnya tidak seramai hari pertama pendaftaran. “Kasihan kalau yang daftar harus menunggu lama. Kami inginnya sih, setiap pendaftar terlayani dalam 3 menit, namun Alhamdulillah masih cepat terlayani dalam 10 menit. Dengan mempersingkat jalur-jalur yang ada, tidak banyak loket, mudah-mudahan para pendaftar puas,” kata Deddy.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa tahun pelajaran 2018-2019, SMAN 23 Kota Bandung akan menerima 9 rombongan belajar, dengan total kuota 306 siswa. “Sebelumnya kita telah menerima siswa jalur khusus, non akademik, yaitu prestasi 31 siswa, WPS (Warga Penduduk Setempat) 31 siswa, KETM (Keluarga Ekonomi Tidak Mampu) 61 siswa, dilindungi undang-undang 15 siswa, total ada 138 siswa. Sementara pendaftar jalur khusus ada 345 siswa,” terang Deddy.

SONY DSCL. Hartono, SE., Kasubag Tata Usaha, SMAN 23 Kota Bandung

“Siswa yang telah mendaftar di jalur khusus dan tidak diterima, bisa ikut lagi mendaftar di jalur akademik. Mudah-mudahan di jalur akademik NHUN (Nilai Hasil Ujian Nasional) bisa mengakomodir warga terdekat sekolah. Karena SMAN 23 merupakan sekolah negeri yang dikelilingi oleh perumahan warga, yang padat penduduk. Jadi betul-betul menyeleksi zonasi,” sambungnya.

Masih kata Deddy, penghitungan penilaian pendaftaran akademiknya yaitu, 30 persen skor jarak, ditambah 70 persen nilai NHUN. “Mudah-mudahan siswa yang masuk jalur akademik memiliki kemampuan akademik yang tinggi lebih banyak. Untuk meningkatkan mutu akademik di SMAN 23 Kota Bandung,” ujarnya.

Saat majalahsora.com, menanyakan mengenai PPDB tahun ini, Deddy memaparkan bahwa Disdik Jabar, sebagai operator, telah bekerja dengan baik. “Alhamdulillah dari pendaftaran non akademik sampai sekarang tidak ada kendala yang berarti. Meskipun pada hari pertama ada gangguan server pusat, di pukul 12, namun tidak lama cepat teratasi. Lebih baik dari tahun lalu,” jelas Deddy.

Sementara itu Hartono, Kasubag TU SMAN 23 Kota Bandung, sangat memuji kepemimpinan Deddy, yang baru memimpin SMAN 23 Kota Bandung, selama dua bulan. Terlebih mengenai pelaksanaan PPDB yang berlangsung di SMAN 23. “Pak Deddy, pribadi yang visioner, ingin memajukan SMAN 23 Kota Bandung. Tugas awal beliau mengawal kesuksesan PPDB 2018-2019. Di samping itu beliau pun langsung memberikan mandat kepada staf dan karyawan SMAN 23, gerak cepat mempercantik dan menata keadaan lingkungan di SMAN 23,” kata L Hartono.

Masih berkaitan dengan PPDB di SMAN 23, sampai hari terakhir pendaftaran akademik di kampus yang berada di Jalan Malangbong, Kelurahan Antapani Wetan, Kecamatan Antapani, tercatat sudah lebih  dari 300 pendaftar. Untuk pengumumannya sendiri diumumkan, hari Kamis, tanggal 12 Juli 2018. [SR]***