Majalah Sora|Tuesday, March 19, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » Hadi Kabid SMP Launching Batik SMPN 28 Kota Bandung

Hadi Kabid SMP Launching Batik SMPN 28 Kota Bandung 

SONY DSCPrins siswa SMPN 28 yang mendesain batiknya (baju hijau) Nunung Kuraesin, M. M. Pd., Kepala SMPN 28 Bandung (baju hitam merah), Hadiana, M. Pd., Kabid SMP Disdik Kota Bandung (kanan Kepala SMPN 28).

majalahsora.com, Kota Bandung – Di sela-sela kunjungan mahasiswa luar negeri pada program Aiesec di SMPN 28 Kota Bandung, Hadiana, M. Pd. Kabid SMPN Bandung melaunching batik SMPN 28.

Batik tersebut merupakan karya Prins, siswanya yang kini duduk di bangku kelas IX.

Hadi menghadiri dan menandatangani langsung acara launching batik SMPN 28 tersebut, Kamis (14/3/2018) pagi.

Pada sambutannya Hadi memaparkan bahwa generasi muda Indonesia luar biasa.

“Karya batiknya luar biasa. Kita bisa kita hebat kita bisa membuktikan. Tidak terlepas dari pendidikan karakter, santun, rasa empati dan syukur yang dididik oleh para guru. Sehingga berprestasi. Mengikuti estafet dari Bapa Menteri (pendidikan). Mudah-mudahan SMPN 28 terus maju memberi warna pendidikan di Kota Bandung,” kata Hadi.

Pada kesempatan yang sama Nunung Kuraesin Kepala SMPN 28 menjelaskan terpilihnya hasil karya Prins karena karyanya menjadi juara 1 FLSN tingkat Kota Bandung tahun 2018.

Lebih lanjut kata Nunung, sekolah yang dipimpinnya punya kepedulian tehadap anak yang memiliki talenta dan karyanya diapresiasi menjadi batik sekolah.

“Desain batiknya memiliki identitas SMPN 28 dan karakter unggulan-unggulan sekolah, akan menjadikan batik SMPN 28 tahun pelajaran 2019-2020,” ungkapnya.

Semetara itu Ida Rohida orang tua Prins bangga sekali atas apresiasi yang diberikan oleh SMPN 28 Kota Bandung yang dipimpin oleh Nunung Kuraesin, Karena desain karya putrinya menjadi seragam batik SMPN 28 Kota Bandung.

Menurut Ida putrinya mendesain dengan motif wayang, angklung, gamelan Sunda dengan dasar warna biru.

“Penuh dengan unsur kesundaan. Ada motif angklungnya karena angklung di SMPN 28 Kota Bandung banyak prestasi dan alat musik khas Sunda juga,” kata Ida.

“Mudah-mudah ini menjadi awal karir Prins ke arah yang lebih luas di kancah dunia perbatikan,” harapnya. [SR]***