Majalah Sora|Wednesday, March 20, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » Hadadi Resmikan PLTS SMK Prakarya Internasional Kota Bandung

Hadadi Resmikan PLTS SMK Prakarya Internasional Kota Bandung 

SONY DSCAhmad Hadadi Kadisdik Jabar (bersafari), didampingi Agus Tubagus Aziz Kepala SMK Prakarya Internasional (PI) memakai jas, saat meninjau panel surya SMK PI

majalahsora.com, Kota Bandung – Ahmad Hadadi Kadisdik (Kepala Dinas Pendidikan) Jabar, Resmikan beroperasinya Solar School, PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di SMK PI (Prakarya Internasional) Kota Bandung, kerjasama dengan Power Technology Asean, dari Selandia Baru.

Pada acara tersebut hadir Husen R Hasan, Kepala KCD (Kepala Cabang Dinas) Wilayah VII Disdik Jabar, Jamish A Littin, CEO Power Technology Asean, Ketua Yayasan YPRTI, Ahmad Keni, Kepala SMK PI Agus Tubagus Aziz, pihak PLN, dan lainnya, berlangsung di aulanya, Selasa 4 September 2018.

Sebelum peresmian, siswa-siswi SMK PI yang memasang panel surya, melakukan video confrence dengan Kadisdik Jabar dan tamu undangan. Secara jumlah ada 20 panel surya yang dipasang di roof top lantai 3 kampus 1, Jalan Inhoftank No 46, Kel Perlindungan Hewan, Kec Astana Anyar.

SONY DSCPoto kiri ke kanan – Dr. H. Ahmad Hadadi Kadisdik Jabar, Jamish A Littin, CEO Power Technology Asean, Drs. H. Husen R Hasan, M.Pd., KCD Wilayah VII

Pada kesempatan tersebut Ahmad Hadadi, sangat terkesan akan pemanfaatan panel surya yang dipasang oleh siswa-siswi SMK PI Kota Bandung, sebagai upaya memanfaatkan teknologi eco green (ramah lingkungan).

“Hal ini sesuai dengan yang dicita-citakan SMK, mempunyai relasi serta bisa berkolaborasi dengan dunia industri, untuk menciptakan produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Hadadi.

Lebih lanjut kata Hadadi, pemanfaatan cahaya matahari sebagai energi terbarukan sangatlah penting, sebagai salah satu alternatif untuk menghasilkan energi.

SONY DSCPeresmian Solar School SMK PI

“Kini energi matahari harus dimanfaatkan sebagai sumber utama. Karena seperti batu bara, fosil itu sifatnya akan habis. Namun jika cahaya matahari itu akan selalu ada,” tandasnya.

Ia pun menghimbau, kolaborasi yang dilakukan SMK PI dengan pihak industri serta produk yang dihasilkan seperti ini, dapat dijadikan bahan rujukan untuk SMK lainnya di Jawa Barat.

“Ini harus menjadi model, SMK memang diprogram dan dibentuk untuk seperti ini (berkolaborasi dan menghasilkan produk),” paparnya.

SONY DSCSiswa SMK PI saat persentasi, panel surya yang datanya tersimpan dalam soft ware 

Masih kata Hadadi, kini SMK harus direvitalisasi, link and macth dengan dunia usaha industri serta harus memiliki teaching factory seperti halnya industri, iklim kerjanya sudah terbangun di sekolah, bahkan sudah diperkenalkan sejak kelas X.

Di samping itu dirinya menginginkan agar pendidikan di sekolah bisa menguatkan pendidikan karakter, meningkatkan kemampuan kompetensi, sehingga kompeten dalam bidangnya, seperti halnya bidang teknologi yang diterapkan di SMK PI, melalui Solar School.

Di waktu yang sama Jamish A Littin, CEO Power Technology Asean, mengatakan dengan adanya kerjasama antara pihaknya dengan SMK PI, bisa menyatukan siswa dengan dunia industri. Siswa SMK PI memiliki daya saing, selain itu SMK PI menjadi pelopor pemanfaatan panel surya di Kota Bandung sebagai PLTS.

SONY DSCSyarif Pamungkas, Pembina ekskul SMK PI

Sementara itu Agus Tubagus Aziz, Kepala SMK PI, memaparkan bahwa kerjasama antara SMK PI dengan Power Technology Asean akan terus berlanjut.

“Kami satus-satunya sekolah yang terpilih oleh Power Technology Asean. Ini baru tahap pertama, kita masih akan terus kembangkan kapasitasnya. Saat ini PLTS nya bisa menghasilkan daya 5000 watt, target ke depan 20.000 watt. Digunakan untuk pemenuhan kebutuhan listrik sekolah, dalam program go green. Selain itu untuk pembalajaran siswa-siswi. Alhamdulillah dengan adanya panel surya pembayaran tagihan listrik menjadi berkurang, menghemat Rp 3 jutaan, dari total pembayaran Rp 10 juta per bulan,” kata Agus.

Dari segi teknis, Syarif Pamungkas, pembina ekskul SMK PI, menjelaskan bahwa yang terlibat dalam proyek tersebuat ada 8 orang, ke depan siswa dari jurusan listrik wajib mengikutinya.

SONY DSCVideo conference

Mereka ditugaskan memasang panel surya yang dibimbing oleh gurunya, sampai mereka paham dan mahir. Perpanel memiliki panjang 60 cm x 120 cm. Masing-masing panel menghasil daya 240 watt serta 12 volt. Dihubungkan secara seri menghasilkan 240 volt.

“Agar dayanya stabil maka perlu stabilisasi dengan alat inverter yang mengubah energi dc ke ac. Hal itu disebabkan oleh fluktuasi cahaya matahari yang berbeda-beda,” terang Syarif.

Ia memaparkan pemanfaatan tenaga matahari tersebut langsung disalurkan pada jaringan PLN yang ada. Ia mencontohkan, 20 massa yang ada, 13 nya dari listrik PLN, serta yang 7 sudah terpenuhi oleh panel surya.

SONY DSCSiswi SMK PI Kota Bandung

“Mudah-mudahan ke depan bisa terpenuhi semua, kebutuhan listrik di SMK PI melalui PLTS, namun tetap kita tidak bisa memungkiri membutuhkan listrik dari PLN,” katanya.

Ke depan program kerjasama antara SMK PI dengan Power Technology Asean, dapat menerangi pelosok-pelosok desa dengan memasang instalasi panel surya.

“Yang terpenting dalam program ini siswa-siswi kami bisa mempelajarinya sejak awal dan disiapkan menjadi tenaga ahli dalam memasang panel surya di pelosok-pelosok desa, yang memang memerlukan listrik,” pungkasnya. [SR]***