Majalah Sora|Wednesday, March 20, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » Eki Kepala SDN 111 Pindad Bandung Berharap Ada Bantuan RKB Dari Pemerintah

Eki Kepala SDN 111 Pindad Bandung Berharap Ada Bantuan RKB Dari Pemerintah 

SONY DSCEki Medianingsih, S.Pd., M.M., Kepala SDN 111 Pindad Kota Bandung

majalahsora.com, Kota Bandung – Eki Medianingsih, S.Pd., M.M., dari Arpil 2016 sudah memimpin SDN 111 Pindad Kota Bandung. Sekolahnya berada di Jalan Papanggungan nomor 1 Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong. Sebelumnya April 2012-April 2016 Eki memimpin SDN Babakan Priangan 3 Kota Bandung.

Selama dua tahun memimpin SDN 111 Pindad Kota Bandung, banyak program Eki yang telah dilaksanakan. Di antaranya membuat kegiatan sistem belajar moving class, sebagai upaya mengakali kekurangan ruangan kelas di sekolahnya. Kini tercatat total siswanya ada 589 orang

“Sampai saat ini kami baru memiliki tujuh ruang kelas sedangkan rombel (rombongan belajar) nya ada 18. Kelas 1-2 masing-masing empat rombel, kelas 3 dua rombel serta kelas 4-6 masing-masing ada 3 rombel.  Saya beserta guru dan rekan di SDN 111 berinisiatif membuat solusi agar pembelajaran menarik yaitu dengan melaksanakan kegiatan lima hari kerja. Siswa kami akan berkordinasi dengan guru apabila ada ruang kelas yang kosong, seperti pelajaran olahraga (PJOK) yang memakai lapang maka ada kelas yang bisa digunakan oleh siswa lainnya,” kata Eki di ruang kerjanya, Rabu (31/10/2018).

Masih kata Eki, karena pembalajaran dilaksanakan dari hari Senin s.d Jumat dengan dua pluh, siswa SDN 111 Pindad bisa memanfaatkan hari Sabtu untuk kegiatan ektrakurikuler.

“Ekskulnya sendiri ada English Club yang memiliki banyak peminat karena di kelas tidak ada pembelajaran bahasa Inggris. Selain itu ada BTQ (Baca Tulis Al-Quran) dibimbing langsung oleh guru agama kami. Kegiatan ekskul lainnya ada futsal, karawitan, pianika, angklung dan lainnya dengan latihan yang intensif. Selain itu hari Sabtunya bisa digunakan untuk hari bersama keluarga,” katanya.

Dengan hal itu tiap tahunnya sekolahnya memiliki target bisa meraih juara di tingkat kota, propinsi bahkan nasional.

“Alhamdulillah secara prestasi ada beberapa raihan yang telah dicapai. Di bidang lingkungan, tahun ini kami akan mengikuti lomba adiwiyata tingkat nasional. Selain itu ada siswa kami yang sudah meraih prestasi renang tingkat nasional, senam, bulutangkis tingkat kota. Mereka semua masih duduk di kelas 2 dan 3, jadi masih panjang untuk pembinaannya,” kata Eki.

Program lainnya yang berlangsung di SDN 111 Pindad Kota Bandung yaitu istiqomah menerapkan kegiatan pembelajaran berbasis  IT, seperti kegiatan ulangan harian, ulangan akhir semester, pemantapan latihan ujian untuk kelas 4, 5 dan 6 menggunakan edubox.

“Untuk eduboxnya sendiri merupakan bantuan dari Disdik Kota Bandung, dengan server enam termasuk jaringan internetnya,” katanya.

“Bisa berjalannya prrogram tadi tidak terlepas dari guru-guru yang telah terbiasa memanfaatkan IT. Contohnya  membuat bank soal menggunakan laptopnya masing-masing. Membuat soalnya sudah tidak dalam bentuk kertas lagi tetapi dalam bentuk soft copy, diemailkan ke saya, untuk mengoreksinya. Hal itu pun membuat penghematan dalam penggunaan kertas,” sambungnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan pada pelaksanaan ulangan kelas 4, 5 dan 6, siswa yang telah memiliki HP android membawa sendiri. Sedangkan untuk yang belum memilikinya dikasih pinjam oleh guru dan sekolah.

Segi pembangunan pun tidak lepas dari program Eki. Beberapa pembangunan telah direalisasikan  di antaranya membuat mushola, canopy pintu masuk sekolah, wc siswa, guru, pembenahan lapang (berupa lukisan dinding dan pembenahan sekitar lapang), kantin, koperasi, ruang UKS dan lainnya.

“Alhamdulillah semua pembangunan di sekolah kami tidak terlepas dari kerjasama, bantuan dan peran serta orang tua siswa melalui wadah komite sekolah.” katanya.

Dari semua paparannya, melalui majalahsora.com Eki berharap dalam waktu dekat bisa mendapatkan bantuan pembangunan ruang RKB dari pemerintah Kota Bandung. Hal itu tidak terlepas dari kurangnya ruang kelas yang ada. 

“Mudah-mudahan segera terealisasi, kami sudah mengajukan dari tahun 2016 (untuk RKB sebanyak 6 lokal) dan memberikan laporan ke Disdik Kota Bandung. Diperkuat membawa surat dari Kodam, karena sekolah kaami berdiri di atas tanah milik Kodam III Siliwangi. Mungkin kami tinggal menunggu kesempatan saja,” pungkasnya. [SR]***