Majalah Sora|Tuesday, March 26, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Dikdik, S Nugraha Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Terus Berupaya Meningkatkan Kedisiplinan Pelajar Di Kota Cimahi

Dikdik, S Nugraha Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Terus Berupaya Meningkatkan Kedisiplinan Pelajar Di Kota Cimahi 

SONY DSCDikdik S Nugraha, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi

majalahsora.com, Kota Bandung – Berkaitan dengan upaya meningkatkan kedisiplinan pelajar di wilayah Cimahi, Dinas Pendidikan Kota Cimahi mengadakan operasi penyisiran tempat-tempat yang disinyalir menjadi tempat berkumpulnya para pelajar pada jam pelajaran sekolah.

“Saya selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, berupaya mendisiplinkan semua elemen yang berada dalam lingkungan dinas yang saya pimpin. Untuk pendisiplinan para guru dan kepala sekolah, biasanya saya melakukan sidak langsung ke sekolah untuk melihat kehadiran mereka. Sedangkan untuk mendisiplinkan pelajar kami membuat tim khusus. Tim tersebut melakukan penyisiran ke tempat-tempat yang berpotensi menjadi ajang berkumpulnya para pelajar pada saat jam pelajaran berlangsung,” terang Dikdik S Nugrahawan, Kepala Disdik Kota Cimahi, belum lama ini.

Beberapa waktu yang lalu tim khusus dari Disdik Kota Cimahi yang dibantu oleh petugas polisi dan satpol PP, menggelar operasi pertama ke beberapa tempat, seperti rental PS, game online serta warung-warung. Pada kegiatan tersebut ada 25 pelajar yang terjaring.

Pelajar yang terjaring pada operasi tersebut lalu di data, setelah itu diberi pembinaan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota cimahi.

“Alhamdulillah, pada pelaksanaan operasi pertama berjalan lancar dan yang terjaring operasi relatif sedikit, hampir semua siswa SMA dan SMK. ‘Di lapangan’ kami dibantu oleh polisi dari Polres Kota Cimahi serta Satpol PP Kota Cimahi, kepada beliau-beliau saya haturkan terima kasih,” ucap Dikdik.

“Setelah terjaring para pelajar dibawa ke kantor Disdik Kota Cimahi untuk diberi pembinaan, karena kesalahan mereka seperti tindakan merokok, rambut gondrong dan dicat. Yang gondrong dan dicat langsung diberi tindakan yaitu dirapihkan oleh tukang cukur profesional. Orang tua dan perwakilan guru dari sekolah mereka pun kami undang. Tujuannya tidak lain agar ada kesamaan visi, supaya tidak terulang kembali, dan tidak ditiru oleh sekolah lain,” sambungnya.

Rencananya sampai ahir Desember 2017 ada tiga kali operasi serupa yang akan digelar.

“Mudah-mudahan setelah pelaksanaan kegiatan pendisiplinan para pelajar akan menjadikan mereka menjadi sadar akan tugasnya, yaitu belajar sungguh-sungguh,” pungkas kepala dinas berkacamata tersebut. [SR]***