Majalah Sora|Monday, March 18, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Di Hari Guru Emil Gubernur Jabar Janji Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer

Di Hari Guru Emil Gubernur Jabar Janji Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer 

Hari Guru Nasional 2018 emil gubernur jabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi inspektur upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke-73 Tingkat Provinsi Jawa Barat di Halaman Depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (26/11/18) pagi

majalahsora.com, Kota Bandung – Untuk meningkatkan kesejahteraan para guru di Jawa Barat, Gubernur Emil mengatakan bahwa pihaknya memiliki rencana program rumah bagi para guru.

“Ada program – kita ada rencana rumah buat guru-guru dalam bentuk rusun atau apa sedang kita siapkan bekerjasama dengan daerah,” ungkap Emil usai menjadi inspektur upacara peringatan Hari Guru Nasional, Senin (26/11/2018) pagi di Gedung Sate.

Emil juga menuturkan bahwa untuk meningkatkan kesehateraan para guru termasuk guru honorer pihaknya tidak hanya bisa mengandalkan APBD saja. Perlu ada kerjasama dengan pihak lain.

“Pada dasarnya peningkatan kesejahteraan guru ini nggak bisa semata-mata hanya APBD. Kalau semua berharap dari APBD ya uangnya itu habis hanya untuk membayar honor,” ucap Emil.

“Sehingga konsep saya dalam lima tahun kan ada APBD Provinsi, APBN, ada dana umat, ada dana dari public private partnership, dan lain-lain,” jelasnya.

Selain itu, Emil menambahkan bahwa perlu ada standardisasi kompetensi para guru honorer. Dengan begitu diharapkan pada 2019 nanti kesejahteraan guru honorer bisa meningkat.

“Untuk menjadi guru honorer sering kali ada standar-standar atau seleksi yang berbeda-beda. Nah, itulah yang menurut saya sumber masalah, sehingga kompetensinya akhirnya tidak seragam, jumlahnya juga tidak seragam,” tutur Emil.

“Mudah-mudahan dengan perbaikan di 2019 kita bisa meningkatkan kesejahteraan guru honorer lebih maksimal,” tandasnya.

Terkait dengan dunia pendidikan, Provinsi Jawa Barat mempunyai program perubahan kurikulum SMK. Kurikulum SMK nantinya akan lebih kepada penerapan ekonomi digital. Selain itu, ada pula program kerjasama dengan industri. Diharapan melalui program tersebut lulusan SMK di Jawa Barat akan bisa diserap secara langsung oleh industri.

“Kemarin melalui Astra Group juga misalkan, kita sedang membahas nanti asetnya milik provinsi sementara kurikulumnya bisa ditambahi, disempurnakan oleh industri, sehingga setelah lulus mereka bisa langsung diserap,” kata Emil. [SR]***