Majalah Sora|Tuesday, March 26, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Demiz Apresiasi Geliat Seni Kaum Muda di Sukabumi

Demiz Apresiasi Geliat Seni Kaum Muda di Sukabumi 

Jambore Film Remaja Sukabumi (JFRS) 2018-majalahsora.com-humas jabarDemiz di Jambore Film Remaja Sukabumi (JFRS) 2018 (poto, Humas Jabar)

majalahsora.com, Kota Sukabumi – Wakil Gubernur Jawa Barat yang juga sineas kawakan nasional, Deddy Mizwar (Demiz) menjadi pembicara dalam kegiatam Jambore Film Remaja Sukabumi (JFRS) 2018. Kegiatan ini digelar di Ruang Ekspresi Gedung Widaria Kencana (GWK), Jalan Lingkar Selatan, Warudoyong, Kota Sukabumi, Sabtu (20/1/18).

Sebagai pelaku industri perfilman nasional, pada kegiatan yang digagas oleh SMK Pasim Plus Sukabumi, Demiz memberikan arahan, pengalaman, sekaligus motivasi kepada para peserta tidak hanya dari Sukabumi, namun juga dari beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat.

Di awal sambutannya, Demiz mengungkapkan bahwa dirinya sejak belasan tahun lalu, memang sering membaca puisi atau menghadiri kegiatan seni dan budaya di Sukabumi. Namun, bukan di gedung kesenian tapi di gedung serba guna.

“Sukabumi ini luar biasa. Meskipun di Sukabumi belum ada tempat pemutaran film, ini remaja Sukabumi luar biasa produktifnya membuat film-film pendek. Geliat apapun di bidang kesenian, termasuk film di Sukabumi luar biasa, meskipun sarana peruntukannya belum ada. Ini yang perlu dihargai. Tidak dibatasi oleh sarana-sarana untuk berkreasi,” ujar Demiz dalam sambutannya di depan ratusan peserta JFRS 2018.

“Banyak yang cengeng kan, pengen bikin film nggak ada tempat pemutarannya. Pentas-pentas nggak ada tempat untuk pentasnya. Nggak ada ini itu. Semua itu bukan kendala kalau kita kreatif,” lanjutnya.

Sukabumi memang belum memiliki sarana representatif, seperti gedung kesenian untuk menyalurkan bakat masyarakat, khususnya kaum muda dalam berkreasi. Untuk itu, pada kesempatan ini, kata Demiz, pihaknya akan membangun sebuah gedung kesenian di Sukabumi. Lokasinya tidak jauh dari GWK Kota Sukabumi.

“Sebentar lagi, dekat dari sini (GWK) akan ada gedung kesenian untuk masyarakat Sukabumi. Kurang lebih 200 meter dari GWK ini sedang dibangun (gedung kesenian). Itu bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kota Sukabumi,” tutur Demiz.

Jambore Film Remaja Sukabumi ini merupakan ajang pendidikan dan budaya kaum muda Sukabumi, khususnya anak usia SMA/SMK dalam menghasilkan karya film. Ada berbagai kegiatan dalam jambore yang digelar dari tanggal 20-21 Januari 2018 ini, seperti seminar atau workshop, coaching clinic pembuatn film pendek, dan berbagai kegiatan lainnya.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ajang menggali kreatifitas diri kaum muda Sukabumi khususnya dalam berkesenian. “Jambore ini merupakan ajang pendidikan dan budaya. Diharapkan bisa menjadi wadah bagi pelajar khususnya pelajar Sukabumi, yang mungkin sampai saat ini kita gelisah dengan beberapa faktor perfilman di Sukabumi,” ucap Ketua Pelaksana JFRS 2018 Agus Permana.

“Maka dari itu sekarang sudah muncul teman-teman dari Sukabumi yang sudah juara dalam ajang festival film di luar kota. Makanya jambore ini perlu diseriuskan dengan wadah seperti ini, yaitu ajang di mana teman-teman pelajar berekspresi menunjukkan karyanya. Dan saling bersilaturahim, berbagi (ilmu) bersama di JFRS 2018 ini,” pungkas Agus. [SR]***