Majalah Sora|Monday, March 25, 2019
You are here: Home » Hot » Dani: Target RKB Disdik Kota Bandung Tahun 2018 Tercapai 100%

Dani: Target RKB Disdik Kota Bandung Tahun 2018 Tercapai 100% 

SONY DSCDani Nurohman Kasie Sapras Disdik Kota Bandung

majalahsora.com, Kota Bandung – Target pembangunan RKB (ruang kelas baru) tahun 2018 oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung tercapai 100 persen.

Hal itu dituturkan oleh Dani Nurohman Kasie Sapras SD Disdik Kota Bandung belum lama ini kepada majalahsora.com di ruang kerjanya.

Lebih lanjut Dani memaparkan bahwa total pembangunan RKB-nya ada 141 ruang kelas, di 40 SD (Sekolah Dasar). Sedangkan untuk SMP ada 52 ruang kelas baru yang dibangun di 25 sekolah. Untuk anggaran RKB SD sebesar Rp 62 miliar, sedangkan RKB SMP Rp 33 miliar.

“Alhamdulillah secara target tercapai 100 persen. Kami akan pantau terus hasil pembangunannya. Ada beberapa bangunan baru yang tidak puas hasilnya. Seperti catnya sudah peang (memudar) dan lainnya. Kami akan komplain ke pihak pemborong untuk memperbaikinya,” kata Dani.

Secara prinsip menurut Dani minggu ke dua bulan Januari 2019, ruang kelas baru yang telah dibangun sudah bisa dipakai untuk KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di sekolat itu.

Masih kata Dani pembangunan RKB di Kota Bandung masih memerlukan 2000-an ruang kelas.

“Apabila anggarannya mencukupi kita akan terus-terusan membangun. Kita memerlukan 2000-an RKB. Belum lagi memperbaiki ruang kelas yang rusak,” paparnya.

Ia pun menambahkan pembangunan RKB di sekolah yang kini dibangun, tahun depannya (2019) akan berlanjut di sekolah terkait.

“Ya biar tuntas. Pembangunan tahun 2017 lantai satu, tahun 2018 lantai dua dan 2019 untuk lantai 3,” katanya.

Namun kata Dani hal itu pun apabila  disetujui oleh pimpinannya atau dana memang ada.

Saat ditanya oleh majalahsora.com alasan apa yang menjadikan sekolah (SD dan SMP) mendapat bantuan RKB, dirinya memaparkan bahwa yang mendapat bantuan merupakan sekolah yang benar-benar memerlukannya.

“Kami lihat skala prioritasnya. Seperti sekolahnya memang rusak, daya tampung peserta didik yang banyak. Apalagi kini menggunakan siatem zonasi. Jadi pembangunan RKB untuk memperkuat daya tampung siswa didik warga setempat,” katanya.

Dirinya berharap untuk sekolah yang belum mendapatkan bantuan RKB harus bersabar karena terbatasnya anggaran yang ada.

“Kalau anggarannya ada ya ingin secepatnya untuk semua sekolah yang membutuhkan bisa membangun RKB,” pungkasnya. [SR]***