Majalah Sora|Wednesday, March 20, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Dani: Disdik Kota Bandung Terus Bangun Ruang Kelas Baru SD

Dani: Disdik Kota Bandung Terus Bangun Ruang Kelas Baru SD 

SONY DSCDani Nurahman, S.AP., M.AP., Kepala Seksi Sarana Prasarana Bidang PPSD, Dinas Pendidikan Kota Bandung

majalahsora.com, Kota Bandung – Upaya meningkatkan sarana prasarana sekolah, Pemerintah Kota Bandung melalui Disdik Kota Bandung yang dipimpin Elih Sudia Permana, terus berusaha merealisasikannya. Salah satunya  memenuhi kebutuhan ruang kelas baru, bagi sekolah negeri yang memang memerlukannya, khususnya di jenjang SD (Sekolah  Dasar).

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Seksi Sarana Prasarana Bidang PPSD, Disdik Kota Bandung, Dani Nurahman, mengatakan bahwa pihaknya selama ini melanjutkan prorgram, yang direncanakan di tahun sebelumnya. Di antaranya membangun sarana prasana sekolah yang ada dilingkup Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Di samping itu mendistribusikan bantuan-bantuan dari pemerintah pusat, membangun sarana lainnya, menampung usulan-usulan dari sekolah, dan diajukan ke pimpinan, apakah disetujui atau tidaknya.

Saat majalahsora.com menanyakan mengenai targetnya, ia memaparkan akan memenuhi kebutuhan ruang kelas baru,  sesuai dengan anggaran yang tersedia.

“Target jangka panjang kami mau melengkapi semua kebutuhan ruang kelas SD di Kota Bandung. Tetapi hal itu sesuai anggaran yang tersedia. Walaupun kami sudah mendata sekolah-sekolah mana yang harus diperbaiki. Tentu mengacu pada skala prioritas, bagi sekolah yang memang betul-betul urgen/mendesak. Kami pun harus menseleksinya. Contoh apabila ada sekolah yang kondisinya memprihatinkan, kami tidak bisa langsung membangun/memperbaikinya, tetapi dianggarkan tahun depannya. Untuk pemborong kami pun harus menseleksi,” terang Dani, di ruang kerjanya, Kamis (30/8/2018).

Dirinya menjelaskan bahwa ruang kelas SD di Bandung, masih memerlukan 2000 kelas baru, “Per tahun kami kurang lebih bisa membangun 50 an kelas baru (ada juga ruang lama yang dibongkar lalu diperbaiki),” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa lahan sekolah yang ada, umumnya tidak bisa lagi dibangun secara horizontal, melainkan vertikal ke atas, dikarenakan keterbatasan luas lahannya.

Apabila bicara anggaran tahun 2018 ini, alokasi dana untuk kelas ruang baru kurang lebih ada sekitar Rp 50 miliar, untuk 70 ruang kelas baru. “Sekarang (Anggaran 2018) masih dalam proses lelang, mudah-mudahan cepat terealisasi. Dananya sebagian besar untuk melanjutkan pembangunan di sekolah yang tahun kemarin lantai satunya sudah selesai, dilanjykan untuk pembangunan kelas di lantai dua. Ke depan lantai tiga,” terang Dani, yang baru menjabat selama satu tahun, jadi Kasie Sarana Prasarana Bidang PPSD, Disdik Kota Bandung.

“Kami pun memprioritaskan sekolah, yang jumlah siswanya membludak, karena mereka masih memberlakukan dua sift, tiga sift. Hal tersebut memang kondisi sekolahnya berada di pemukiman padat penduduk serta  penerapan sistem zonasi. Jadi kita kembangkan sekolah yang memiliki lahan memadai, membangun kelas, agar bisa menampung sebanyak-banyaknya peserta didik bagi warga sekitar,” kata Dani.

Kepada majalahsora.com, dirinya menitip pesan agar sekolah yang belum terealisasikan pembangunan RKB nya harap bersabar, “Kami sudah mendata serta mebuat site plan, cuma tetap melihat anggaran yang ada, kecuali yang memang sifatnya darurat,” pungkasnya.

Data Pembangunan RKB Tahun Anggaran 2017

SDN Cangkuang (2 kelas), SDN Cempaka Arum (4 kelas), SDN Cigagak (3 kelas), SDN Cigondewah Hilir (3 kelas), SDN Cimincrang (2 kelas), SDN Cirangrang (3 kelas),  SDN Geger Kalong Girang (3 kelas), SDN Kebon Gedang (6 kelas), SDN Kopo Elok (5 kelas), SDN Lengkong Kecil (4 kelas), SDN Sukapura (4 kelas), SDN Babakan Tarogong (2 kelas), serta SDN Babakan Sentral (4 kelas). [SR]***