Majalah Sora|Tuesday, March 26, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » BJB Kelas Extra di SMAN 2 Bandung Hadirkan Istri Gubernur Jabar

BJB Kelas Extra di SMAN 2 Bandung Hadirkan Istri Gubernur Jabar 

SONY DSCDeddy Chrisdiarto, Kepala SMAN 2 Kota BAndung saat ngobrol santai dengan Netty Heryawan

majalahsora.com, Kota Bandung – SMAN 2 Kota Bandung terpilih menjadi sekolah pertama pada kegiatan BJB Kelas Extra, Kamis (8/3/2018), yang digagas oleh Bank BJB. Menghadirkan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Netty Heryawan, yang menjadi narasumber talk show Sekolah Ramah Anak dan Sekolah sebagai Rumah Kedua.

Acaranya sendiri dihadiri oleh Husen, Kepala KCD Wilayah 6, pengawas Disdik Jabar, Kepala SMAN 2 Kota Bandung, Kepala SMAN 15 Kota Bandung, Kepala Bank BJB Sukajadi, Guru SMAN 2 Kota Bandung, dan ratusan siswa SMAN 2 Kota Bandung.

SONY DSCHusen Rahadian Hasan, Kepala KCD Wilayah VI Disdik Jabar

Pada acara itu, Netty menjelaskan ada tiga unsur agar SMAN 2 Kota Bandung menjadi Sekolah Ramah Anak. Pertama adalah hardware yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan fisik sekolah, seperti bangunan sekolah aman, perpustakaan yang ramah, adanya kantin yang sesuai, hingga jumlah toilet di sekolah. Hal ini penting, karena siswa tidak hanya dilindungi secara fisik, akan tetapi secara emosional.

Nomor dua, bahan ajar atau kurikulum (software) yang sesuai dengan siswa, kemudian SDM tenaga kependidikan (brainware) yang kompeten.

Pada kesempatan itu, Netty pun menyempatkan beriteraksi dengan siswa SMAN 2 Kota Bandung, dan menanyakan kriteria guru, yang diidam-idamkan oleh mereka, kebanyakan siswa yang hadir menginginkan guru yang baik, sholeh, ramah, asyik, dan tidak membosankan dalam menyampaikan pelajarannya.

SONY DSCAhmad Diponegoro, Kepala Bank BJB Sukajadi, Bandung

Netty menyimpulkan bahwa guru menjadi salah satu unsur penting, untuk terealisasinya Sekolah Ramah Anak dan menjadi Rumah Kedua bagi para siswa.  “Bapak ibu guru mudah-mudahan bisa menjadi orang tua kedua di sekolah, harus bisa mendengarkan curhatan siswa nya, dan membuat nyaman mereka,” harap Netty.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI, Husen Rahadian Hasan menjelaskan tentang pentingnya Sekolah Ramah Anak. Ia mengatakan sekolah tingkat SMA merupakan satu jenjang emas yang harus disikapi dengan matang. Dalam sambutannya, Husen mengatakan jika jenjang emas ini disikapi dengan keliru, maka anak akan merasa rugi ke depannya. Program Sekolah Ramah Anak inilah yang akan membantu siswa dalam menghadapi SMA yang ramah. Sehingga anak bisa belajar dengan maksimal.

SONY DSCDeddy, Kepala SMAN 2 Kota Bandung, Hatta Saputra, Kepala SMAN 15 Kota Bandung, Asep dan Wardoyo, Pengawas Disdik Jabar

Di tempat yang sama Deddy, Kepala SMAN 2 Kota Bandung, menyambut baik kegiatan BJB Kelas Extra  yang di gelar di sekolahnya. “Alhamdulillah Bu Netty hadir langsung. Isi talk shownya sangat bagus untuk saya pribadi, guru-guru, tata usaha, karyawan, dan warga kami. Siswa-siswi kami pun tadi sangat antusias mendengar paparan dari beliau,” jelas Deddy Chrisdiarto.

SONY DSCInteraksi istri Gubernur Jabar dengan siswa SMAN 2 Kota Bandung

Ia berharap setelah talk show yang dilakukan Netty, SMAN 2 Kota Bandung menjadi sekolah contoh. Karena akan dipantau dan dibina oleh tim P2TP2A.

Deddy menambahkan, bahwa di SMAN 2 Kota Bandung, sebelumnya sering mengundang dan mengadakan workshop bagi guru-gurunya, terutama yang berkenaan untuk terciptanya sekolah ramah anak. Sebagai upaya agar tidak terjadinya tindak kekerasan baik fisik maupun non fisik.

“Tentu ada kolerasinya dengan kegiatan dari bank BJB yang menghadirkan Bu Netty,” imbuh Deddy.

Masih kata Deddy, di setiap upacara bendera diriny  tidak bosan-bosan, menghimbau kepada segenap warga SMAN 2 Kota Bandung untuk tidak melakukan tindak kekerasan fisik dan verbal. “Tidak boleh ada bullying juga, karena di setiap sudut sekolah ada poster himbauan dan ancaman apabila siswa kami atau warga kami melakukan hal itu. Kami pun beberapa waktu ke belakang menjadi salah satu sekolah yang mendeklarasikan sekolah Jabar Tolak Kekerasan,” jelasnya.

SONY DSCFoto bersama guru SMAN 2 Kota Bandung

Masih di kegiatan yang sama, Ahmad Diponegoro, selaku Kapala Bank BJB Sukaji, menerangkan bahwa kegiatan Bank BJB Kelas Ektra merupakan wujud kepedulian BJB kepada perkembangan dan kemajuan pendidikan di Jawa Barat.

“SMAN 2 Kota Bandung menjadi tempat pertama, ada 10 sekolah di Jawa Barat, nanti menyusul di Bekasi, Subang, Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Ciami, Kota Tasik,dan Kabupaten Garrut,” terang Ahmad.

SONY DSC

Di kegiatan itu, Bank BJB membagikan hadiah berupa tabungan BJB Simpanan Pelajar, sepeda, laptop, power bank dan lainnya kepada siswa SMAN 2 Kota Bandung terpilih. [SR-Mar]***