Majalah Sora|Monday, March 18, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Bila Tak Serius, Madu Hutan Bisa Habis Tergerus

Bila Tak Serius, Madu Hutan Bisa Habis Tergerus 

inana madu hutanInana Musailimah Tri Santosa selaku Distributor resmi Number One Bali Honey Bandung

majalahsora.com, Kota Bandung – Pemerintah seharusnya serius meninjau ulang peraturan dan sangsi dalam menjaga hutan lindung yang ada di Indonesia, harap Inana Musailimah Tri Santosa selaku Distributor resmi Number One Bali Honey Bandung, saat kunjungan wartawan yang tergabung di JBN  (Jurnalis Bela Negara) pada acara silaturahmi bersama pembina JBN Marsma TNI I Nyoman Tri Santosa S.IP M.Tr (Han), selaku Danpuslat Kodiklat TNI di Pasraman Widhya Jalan Subagyo, Lanud Husein Satranagara, Bandung Sabtu (30/12/2017).

Pasalnya, kata Inana yang merupakan pensiunan pilot dengan beragam penghargaan dari negara, mengatakan banyak hasil hutan yang perlu di jaga dan dilestarikan, asal pengawasannya tetap diperhatikan.

“Yakin sekali, bilamana ada efek jera bagi para pelaku pengrusak hutan akan terjaga udara yang baik di sekitarnya,” tegas perempuan asli solo ini.

Maka dari itu, madu hutan hasil hutan asli yang kini digeluti dan dipelajari Inana, sebagai panggilan usaha, dalam masa pensiunnya. “Tidak tahu kenapa saya terinspirasi sekali dengan madu, sejak bulan November 2017 lalu,” katanya.

Dari situlah ia banyak tahu mengenai madu yang dikonsumsi tanpa batas umur sebagai asupan gizi bagi tubuh, terutama bagi regenerasi sel dan organ dalam manusia.

Apalagi khasiat dalam kandungan madu yakni karbohidrat, glukosa, fruktosa, serat pangan, air, riboflavin niucin, energi dan protein yang kaya akan vitamin serta bisa menanbah kekebalan tubuh dari bakteri penyakit yang menyerang manusia.

Bagi Inana muncul inspirasi menciptakan usaha dan menjadi  distributor resmi, dengan brand Number One Bali Honey. Produk tersebut tidak seperti madu kebanyakan. Paparnya, secara kualitas, sangatlah terjaga.

Bahkan pengembangbiakan lebah yang berada di Bedugul, Bali sangat menjaga keseimbangan, hanya 50% madu hasil produksi lebah yang diambil untuk dijadikan produk.

Tentunya Inana juga menjadi paham  setelah membuka kemasan madu dalam botol kaca tidak melebihi waktu sampai dengan 6 bulan (baik dikonsumsi kurang dari 6 bulan) guna menghindari fermentasi dan gas yang dapat merusak kandungan yang terdapat dalam madu.

Selain itu, menurut dirinya, bilamana memakan madu jangan ditelan langsung, resapi seperti mengemut permen sampai tercampur dengan air liur. Dan ingat, gunakan dengan sendok kayu atau plastik agar terasa khas wangi madunya,

Pada keempatan itu, Inana tidak lupa memberi sampel madu ‘Number One Bali Honey’ kepada para pewarta.

Untuk mengupas manfaat madu lebih jelas, boleh menghubungi dirinya di nomer 085244787788. [Jajat]***