Majalah Sora|Monday, March 25, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Awas Gambar Hoax Bencana Kabupaten Pangandaran di Medsos

Awas Gambar Hoax Bencana Kabupaten Pangandaran di Medsos 

bencana kab pangandaran oktober 2017-majalahsora.com-humas jabarPoto bencana di Kabupaten pangandaran

majalahsora.com, Kota Bandung – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), mengungkapkan keprihatinannya atas peristiwa bencana yang terjadi di Kabupaten Pangandaran. Aher pun mengaku, pihaknya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi, TNI-Polri telah melakukan penanganan dan mendistribusikan bantuan berupa logistik sejak Sabtu malam, senilai Rp. 322.681.315.

“Baik itu Pemerintah Kabupaten Pangandaran, termasuk TNI Polri, dan masyarakat di sana, juga para relawan di sana sudah bersatupadu melakukan mitigasi bencana,” kata Gubernur Ahmad Heryawan, di Bandung, Senin (09/10/2017).

Data Pusdalops BPBD Provinsi Jawa Barat menyebutkan sebanyak empat kecamatan dan 15 desa terkena bencana banjir. Sedangkan korban terdampak adalah sedikitnya 136 Kepala Keluarga/2332 jiwa. Hingga Senin pagi (9/10/17) dilaporkan rumah yang terendam sebanyak 939 unit, infrastruktur yang rusak berat meliputi satu jembatan gantung 30 meter, satu unit jembatan gantung dan satu unit jembatan beton. Adapun warga yang terkena dampak telah mengungsi ke rumah sanak saudara.

Disebutkan, dari sejak kejadian, BPBD Jabar berkolaborasi dengan Tim Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKB) Kab. Pangandaran dalam pengecekan kondisi lokasi kejadian, mengirimkan bantuan perahu karet, hingga mengevakuasi warga. Tercatat 372 orang relawan dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan elemen seperti Tagana, TNI POLRI, PMI, Rumah Zakat, ORARI, dll, terlibat dalam penanganan dini dan evakuasi warga.

Aher juga mengungkapkan bahwa terkait status bencana di Pangandaran, merupakan hak bupati untuk menentukannya. Ia pun menyebutkan bahwa status darurat bencana perlu ditetapkan supaya bantuan-bantuan tetap datang, sehingga kedepan tidak terjadi suatu kekurangan.

“Karena kalau kemudian dana tak terduga diperlukan untuk mengantisipasi mengevakuasi bencana, sementara belum ada sebuah pernyataan dalam bentuk surat keputusan bupati yaitu memutuskan atau menyatakan darurat bencana, ya dana tersebut enggak bisa keluar karena surat tersebut menyatakan bencana benar terjadi, dan layak menerima dana tersebut,” tambahnya.

Selain itu, Gubernur Aher juga mengimbau kepada masyarakat, supaya tidak percaya dengan gambar atau foto bencana alam di Kabupaten Pangandaran yang beredar di media sosial. Karena ada sejumlah di antaranya yang merupakan gambar bohong atau hoax.

“Memang benar bencananya ada, tapi tak separah dengan apa yang digambarkan. Sudah diklarifikasi, saya pastikan gambar atau foto yang tersebar di media sosial adalah hoax,” katanya.

Aher menyambungkan, ada pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana atas dasar kepentingan tertentu. Bisa saja gambar yang disebarkan adalah gambar rekayasa, atau pun gambar bencana di daerah lain.

“Saat kita bergerak membantu mereka, tiba-tiba muncul berita yang menggambarkan hal yang tidak sebenarnya atau hoax,” katanya.

Aher menyatakan, bahwa tentu saja infrastruktur yang rusak akan segera direncanakan penyelesaiannya, paling tidak penyelesaian darurat. [SR]***