Majalah Sora|Wednesday, March 27, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Asep Maung: Menyayangkan Tidak Hadirnya Emil Di Pasanggiri Ibing Penca PPSI

Asep Maung: Menyayangkan Tidak Hadirnya Emil Di Pasanggiri Ibing Penca PPSI 

pasanggiri ibing penca ppsi karawang 2018Asep Maung (kedua dari kiri), berfoto dengan pegiat pencak silat termasuk Ketua Umum PPSI Drs. H. Uu Rukmana (ketiga dari kanan)

majalahsora.com, Kota Bandung – Kagiatan Pasanggiri Ibing Penca antar DPD PPSI (Persatuan Pencak Silat Seluruh Indonesia) se-Jabar, Banten, dan DKI Jakarta secara umum berjalan sukses, seperti yang dituturkan oleh Asep Maung pegiat DPD PPSI, kepada majalahsora.com, Senin (17/12/2018) malam via sambungan telepon.

Acaranya sendiri digelar di Gedung Serbaguna Indo Alam Sari Kabupaten Karawang, dari mulai Jumat s.d Minggu (14-16 Desember 2018). Diikuti oleh ratusan peserta dari 20 DPD PPSI. Memperebutkan piala bergilir Gubernur Jabar dan Bupati Karawang dengan kategori ibing tunggal putra-putri, ibing rampak putra-putri serta ijen.

Kata Asep suksesnya pasanggiri tersebut tidak terlepas dari dukungan semua pihak dari mulai pemerintah sampai dengan masyarakat di Kabupaten Karawang, setelah fakum selama lima tahun baru diadakan lagi tahun 2018 ini.

“Alhamdulillah Bank Bjb support secara keseluruhan, saya haturkan terima kasih untuk pihak bjb dan Bupati Karawang Bu Cellica Nurrachadiana beserta jajaranya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab Karawang). Pas pembukaan waktu itu dibuka Bu Ida Hernida Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Jabar,” terang Asep.

Namun begitu Asep merasa sedih karena dari mulai pembukaan sampai penutupan Pasanggiri Ibing Penca dengan tema “Prak Tandang Makalangan Eleh Meunang Jaga Spotifitas” tidak dihadiri Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat.

“Mungkin beliau sedang sibuk, namun saya sayangkan tidak datang. Padahal ini salah satu event besar bagi pegiat pencak silat. Mereka akan senang apabila dihadiri oleh pimpinan daerahnya (Emil). Kami akui secara materil pemerintah mendukung tetapi bukan itu saja kan. Kalau beliau hadir rasanya lebih komplit. Lebih perhatian terhadap penca sebagai warisan budaya yang memiliki niali luhur kearifan lokal. Apalagi kami telah memberikan undangannya namun tidak ada jawaban sama sekali,” sesal Asep.

Asep berharap kegiatan pasanggiri tersebut bisa diadakan setahun sekali. Hal itu bisa terwujud bila didukung oleh semua unsur terlebih gubernurnya. [SR]***