Majalah Sora|Tuesday, March 19, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » Andang Segara: Mendukung Program Pemerintah, Ke Depan Tidak Ada Kendaraan Siswa SMAN 4 Kota Bandung yang Parkir di Bahu Jalan

Andang Segara: Mendukung Program Pemerintah, Ke Depan Tidak Ada Kendaraan Siswa SMAN 4 Kota Bandung yang Parkir di Bahu Jalan 

SONY DSCDr. H. Andang Segara, M.M.Pd., Kepala SMAN 4 Kota Bandung

majalahsora.com, Kota Bandung –  Di Kota Bandung tercatat masih ada beberapa sekolah, yang menggunakan bahu jalan untuk dijadikan fasilitas parkir kendaraan bermotor para siswanya. Sehingga menimbulkan  masalah tersendiri, yaitu kemacetan lalu lintas.

Seperti yang dialami oleh SMAN 4 Kota Bandung yang lokasinya tepat berada di jalur  utama Jalan Gardu Jati.

ria humas sman 4 bandungRiatinda, M.M.Pd., Wakasek Humas SMAN 4 Kota Bandung

Melihat itu, Dr. H. Andang Segara, M.M.Pd., (Andang) sebagai Kepala SMAN 4 Kota Bandung ingin segera memecahkan masalah tersebut. “Kami akan segera membuat solusinya, demi kenyamanan semua pihak, baik siswa kami maupun pengguna jalan,” ungkapnya di kantor kepala SMAN 4 Bandung, Rabu sore (15/11/2017).

“Selama ini siswa kami masih memarkir sepeda motornya di pinggir jalan raya. Hal tersebut dikarenakan oleh keterbatasan lahan sekolah yang tidak memadai. Di dalam sekolah parkir motor sudah penuh, sisanya parkir di bahu jalan,” sambungnya.

SONY DSCParkir kendaraan di dalam sekolah

“Rencananya, Gor olahraga yang kini ada, akan dibangun tiga tingkat. Lantai satu untuk tempat parkir mobil, lantai dua parkir motor sedangkan lantai tiga untuk lapang olahraga,” lanjut Andang.

Ia menambahkan untuk merealisasikan pembangunan tersebut secepatnya akan membuat tim panitia begitupun untuk pendanaannya. “Secara pembiayaan memang cukup besar. Setelah kami hitung, untuk membangun ulang lahan Gor yang sekarang, memerlukan biaya Rp. 3 miliar. Dengan begitu kami mengajak semua pihak terutama para alumni untuk menjadi donaturnya, pokoknya swadaya begitupun pengelolaan keuangannya. Untuk desain kita sedang buat dengan 3D,” kata Andang yang pernah menjabat Kepala SMAN 3 Kota Bandung.

SONY DSCGor-nya akan dibangun tiga tingkat

Sebelum membangun Gor dan tempat parkir, akan membuat dome terlebih dahulu, secara hitung-hitungan memerlukan biaya Rp. 500 juta. “Sebelum pembangunan Gor dan lahan parkir, kami bangun dome dulu, agar kegiatan belajarnya tidak terganggu begitu pun dengan kenyamanannya, secara jumlah rupiah, kami memerlukan anggaran Rp. 3.5 miliar,” ucap Andang.

SONY DSCKarena keterbatasan lahan parkir, siswa SMAN 4 Kota Bandung memarkir kendaraan di bahu jalan

Dalam hal perencanaan dan membangun dirinya telah memiliki banyak pengalaman, sebelumnya semasa ia menjabat kepala SMAN 25 Kota Bandung, dirinya berhasil mewujudkan pembuatan Gor yang sekaligus dijadikan aula sekolah. “Alhamdulillah saya dan rekan-rekan sewaktu di SMAN 25 Kota Bandung, bisa membuat Gor yang representatif. Lebih satu bulan selesai. Biayanya Rp. 2.5 miliar, pendanaannya secara swadaya dan melibatkan alumninya. Mudah-mudahan hal tersebut bisa diaplikasikan untuk pembangunan dome, lahan parkir serta Gor SMAN 4 Kota Bandung,” harapnya.

Masih berkaitan dengan pembangunan, yang terbaru di SMAN 4 Kota Bandung sedang membuat taman hidroponik dan saung, yang terletak di selatan lapang olahraga. Sealin itu sedang merenovasi toilet wastafel siswa, serta dua bangunan kelas yang hampir rampung. [SR]***