Majalah Sora|Wednesday, March 20, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » ALE Hackathon Indonesia 2018 Ajang Kompetisi Para Developer Aplikasi Mobile Phone

ALE Hackathon Indonesia 2018 Ajang Kompetisi Para Developer Aplikasi Mobile Phone 

SONY DSC

majalahsora.com, Kota Bandung – Developers (pengembang) aplikasi Kota Bandung dan sekitarnya ditantang oleh Alcatel-Lucent Enterprise, dalam ajang kompetisi membuat aplikasi yang berdasar pada platform Rainbow.  Aplikasinya sendiri harus bisa menghubungkan manusia, bisnis dan perusahaan yang bermanfaat untuk bidang pemerintahan, pendidikan, kesehatan, transportasi serta hotel.

Dengan tajuk ALE Hackathon Indonesia 2018 digelar untuk mendorong developer muda menciptakan aplikasi mobile yang tangkas di atas platform Rainbow, serta memaksimalkan fitur-fitur Rainbow sebagai relation machine.

Platform Rainbow merupakan solusi cloud hybrid yang memberikan layanan komunikasi, dan kolaborasi, fungsional tinggi lintas batas. Menyediakan pesan instan, layanan suara dan video kualitas tinggi dan aplikasi berbagai dokumen, serta kapabilitas konferensi multi media dan multi pesan antar individu, komunitas, maupun antar mesin memungkinkan pengguna untuk terhubung di manapun dan dari perangkat manapun.

“Melalui ALE Hackathon Indonesia 2018 kami ingin memberikan informasi awal kepada mahasiswa dan publik akan masa depan kita, yang akan banyak bermain di aplikasi digital. Indonesia sendiri saat ini sedang menuju ekonomi digital yang potensinya sangat besar karena bisa menjangkau konsumen secara global,” ujar Adios Purnama, Country Manager, ALE Indonesia. di Café Centropunto, Jalan Trunojoyo, Kota Bandung, Kamis (21/6/2018).

Dalam upaya menyongsong era digital, ada tujuh faktor yang harus diperhatikan antara lain kualitas sumber daya manusia, sistem pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, infrastruktur, logistik, dan keamanan saiber.

Kegiatan ALE Hackathon Indonesia 2018, merupakan kontribusi ALE dalam mendukung upaya menuju transformasi digital terutama terkait poin pengembangan SDM, sistem pendanaan, infrastruktur dan cyber security.

Pada event tersebut ALE menantang generasi milenial untuk memunculkan ide-ide atau konsep-konsep aplikasi digital yang berguna bagi masyarakat. Aplikasi yang memenangkan kompetisi akan mendaptkan kesempatan untuk ditampilkan di apps store sebagai bagian dari monetisasi aplikasi tersebut. Platform Rainbow yang menjadi basis dari aplikasi yang akan dibuat merupakan platform yang robust dan mampu memberikan keamanan saiber yang mumpuni.

Kompetisi ALE Hackanton Indonesia 2018 akan dibagi menjadi empat tahap, yaitu tahap pre-kualifikasi, kualifikasi, semi-final dan final. Tahap pre-kualifikasi atau pengiriman proposal, dibuka sejak 3 Mei-31 Juni 2018. Peserta bisa mengiimkan poposalnya ke www.hackathon.openrainbow.id.

Pada tahap kualifikasi semua proposal yang masuk akan menjalani proses penilaian hingga 30 Juli 2018. Pada tahap semifinal akan dipilih 50 konsep proposal yang berhak maju ke tahap selanjutnya, yaitu pengembangan apliksi. Tahap finalnya sendii akan diadakan di Jakarta, tanggal 21 September 2018, sekaligus Malam Penganugerahan. Ke depan pemenangnya akan dikirim ke Perancis.

Ajang tersebut sendiri menargetkan 100 proposal aplikasi yang akan dinilai oleh tim juri yang terdiri dari ALE Rainbow Evangelist Team, pakar vertikal, serta ALE Internasional Developer Team. Seluruh proposal yanhg masuk harus menggunakan sebanyak mungkin fitur Rainbow yang ada.”Kami pun mengundang komunitas-komunitas developer di seluruh Indonesia untuk mengikuti kompetisi ALE Hackathon Indonesia 2018. Semakin banyak ide-ide kreatif, inovasi dan diaruptif yang bisa dimunculkan,” kata Adios. Dirinya menambahkan bahwa peran aktif para developer akan ikut mendorony pertumbuhan ekonomi digital.

Melalui ALE Hackathon Indonesia 2018 para developer Indonesia ditantang untuk menciptakan aplikasi yang bisa digunakan di berbagai sektor seperti pemerintahan, transportasi, pendidikan, perhotelan dan kesehatan. “Kompetisi ini merupakan kontribusi kecil ALE dalam mendukung program pemerintah merealisasikan ekonomi digital,” pungkas Adios. [SR]***