Majalah Sora|Wednesday, March 27, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » Ada 288 Siswa Baru (Kelas VII) Di SMPN 45 Kota Bandung

Ada 288 Siswa Baru (Kelas VII) Di SMPN 45 Kota Bandung 

 

SONY DSCHj. Tini Hastini, Kepala SMPN 45 Kota Bandung

majalahsora.com, Kota Bandung – Tahun pelajaran 2018-2019, SMPN 45 Kota Bandung, menerima peserta didik baru sebanyak 288 siswa (kelas VII), yang dibagi ke dalam 9 rombongan belajar. Hal itu disampaikan oleh Popon Ratnasih, Wakasek Humas SMPN 45 Kota Bandung, Selasa (24/7/2018) siang, di kampusnya.

Masih kata Popon, sapaan akrabnya, bahwa pendaftar ke SMPN 45, pada kegiatan PPDB tahun ini tercatat ada 544 orang, umumnya penduduk sekitar SMPN 45 Kota Bandung yang berada di Jalan  Yogyakarta No.1, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani.

SONY DSCPopon Ratnasih, M.M.Pd., Wakasek Humas SMPN 45 Kota Bandung

“Tahun ini sistem PPDB nya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena tidak dilihat nilai hasil UN (ujian nasional), tetapi dilihat jarak rumah paling dekat dari sekolah. Porsinya 90 % zonasi (termasuk SKTM/KETM/ekonomi lemah)sisanya 10% jalur undang-undang (putra Guru, TNI, Polri, Kehakiman, Jaksa, ABK dan lainnya). Memang ada beberapa orang tua siswa yang merasa tidak puas. Namun alhamdulillah secara umum PPDB di SMPN 45 berjalan relatif lancar. Kami hanya mengikuti prosedur yang ada dan ditetapkan oleh pemerintah, melalui Disdik Kota Bandung,” ujar Popon.

Ia pun menilai bahwa, sistem PPDB tahun ini ada plus minusnya, kalau plusnya kini setiap sekolah (SMP Negeri) yang ada di Kota Bandung, umumnya berpihak kepada masyarakat/siswa yang memang dekat dengan sekolah. Namun secara akademik, nilai UN berapa pun maka akan diterima oleh sekolah bersangkutan, meskipun ada beberapa siswa yang nilainya ada diangka belasan (rendah).    

SONY DSCHj. Lina Marlina, S.Pd., Guru Bahasa Inggris yang merupakan Walikelas VII-A

Lebih lanjut kata Popon, sistem PPDB tahun ini akan menghasilkan pemerataan pendidikan di Kota Bandung khususnya untuk tingkat SMP. “Menghilangkan istilah sekolah elit dan alit,” katanya.

Dirinya pun mengatakan bahwa siswa yang diterima di SMPN 45 Kota Bandung, memang yang memilih sebagai pilihan pertama, sisanya limpahan dari sekolah lain. “Dari data yang kami terima, jarak rumah dari pendaftar yaitu 0-3000 m. Sedangkan yang diterima adalah yang jaraknya paling jauh 754 meter (rumah ke sekolah) sesuai dengan titik kordinat di internet,” terang Popon.

Setelah kegiatan PPDB selesai, pihak SMPN 45 Kota Bandung pun melaksanakan kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) bagi peserta didik barunya, dari tanggal 16-18 Juli 2018, di kampusnya. Dilanjutkan dengan pendidikan kepramukaan dari tanggal 19-20 Juli 2018, lalu.

SONY DSCPeserta didik baru (kelas VII-D) tahun pelajaran 2018-2019, SMPN 45 Kota Bandung, saat belajar

“Alhamdulillah, MPLS berjalan lancar, diisi dengan materi pendidikan karakter, kepemimpinan, organisasi, lingkungan, keagamaan seperti sholat dhuha. Setelah usai kegiatan tersebut, kini siswa baru kami sudah mengikuti pembelajaran di kelasnya masing-masing. Sesuai dengan kelas saat mereka mengikuti MPLS, tidak ada yang dirubah. Saat MPLS nama kelasnya menggunakan nama pahlawan, namun setelah selesai kelasnya menggunakan huruf, VII-A sampai dengan VII-I,” katanya.

Masih kata Popon, pembiasaan pembelajaran di SMPN 45 Kota Bandung bagi kelas VII tahun pelajaran 2018-2019, dari mulai tanggal 21 Juli 2018, sudah berjalan normatif bahkan siswanya sudah memakai seragam putih biru. Dimulai dari pukul 06.45, sampai dengan pukul 14.30. Kecuali hari Senin sampai pukul 13.45 dan Jumat selesai pukul 11.00.

SONY DSCSMPN 45 Kota Bandung, sekolah berwawasan lingkungan

“Lima belas menit sebelum pembelajaran di sekolah kami ada pembiasaan membaca Asmaul Husna dan membaca surat-surat pendek (membaca Al-Qur’an). Setelah itu mulai pukul 07.00, baru masuk jam pelajaran pertama,” kata Popon.

Ia yang mewakili Tini Hastini Kepala SMPN 45 Kota Bandung, berharap agar peserta didik baru yang telah diterima di kampusnya, belajar sungguh-sungguh, karena telah diberi kesempatan untuk belajar. “Bukan hanya di sekolah, mereka pun harus belajar di rumah, dengan dipantau oleh orang tuanya. Karena kalau di sekolah itu waktunya hanya sebentar. Insya Alloh guru-guru yang mengajar di SMPN 45 Kota Bandung akan mendidik dengan baik dan seoptimal mungkin, agar kualitas pendidikan di SMPN 45 meningkat,” pungkasnya. [SR]***