Majalah Sora|Wednesday, March 27, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » 517 Siswa Baru Tahun Ajaran 2018-2019 Diterima di SMKN 2 Kota Cirebon

517 Siswa Baru Tahun Ajaran 2018-2019 Diterima di SMKN 2 Kota Cirebon 

SONY DSCDrs. Dharyatmo Kismono, MA, Kepala SMKN 2 Kota Cirebon

majalahsora.com, Kota Cirebon – Berkaitan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018-2018 di SMKN 2 Kota Cirebon, majalahsora.com sambangi sekolah yang berada di pusat Kota Cirebon, yaitu Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo.

Kismono Kepala Sekolahnya, saat ditemui majalahsora.com, Selasa (31/7/2018) petang di kantornya, mengatakan, sistemnya/jalurnya sama dengan pelaksanaan PPDB di SMKN yang ada di Jabar pada umumnya, yaitu jalur non NHUN (Nilai Hasil Ujian Nasional) dan jalur NHUN.

“Kalau dibandingkan dengan PPDB tahun kemarin dari segi jumlah pendaftar di sekolah kami ada sedikit penurunan, karena banyak masyarakat yang bimbang dengan penerapan sistem zonasi. Tahun lalu pendaftar lebih dari 700 orang. Tetapi tahun ini di bawah 600-an pendaftar,” kata Kismono.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa untuk tahun ini peserta didik baru (kelas X) yang diterima di sekolahnya, berjumlah 517 siswa.

“Berkaitan dengan PPDB di sekolah kami, terus terang, sudah dua tahun pelaksanaan PPDB berjalan lancar. Sekolah tidak direpotkan dengan kepentingan-kepentingan pihak tertentu. Kami sebagai kepala sekolah sangat nyaman. Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintahan Propinsi Jabar, khususnya Disdik Jabar yang dipimpin Pa Hadadi selaku Kadisdiknya,” terangnya.

Di SMKN 3 Kota Cirebon sendiri memiliki lima program keahlian, yaitu Perbankan, Akomodasi Perhotelan, Tata Boga & Patiseri, Tata Busana, dan Kecantikan, dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 16 kelas.

Setelah resmi diterima di SMKN 3 Kota Cirebon, para siswa peserta didik baru mengikuti kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) yang dilaksanakan pada tanggal 16-18 Juli 2018 lalu. “Kami laksanakan sesui juknis (petunjuk teknis), seperti mengenai pembentukan karakter siswa, dengan materi keluarga sadar hukum, sekolah ramah anak, literasi dan lainnya. Namun ada beberapa materi muatan lokalnya, kami memberikan pengenalan mengenai program keahlian yang ada di sekolah kami, sistem belajar dan lainnya yang tentu berbeda dengan sistem belajar di SMP,” terang Kismono.

“MPLS di sekolah kami pun, Alhamdulillah tidak ada kegiatan yang bersifat perpeloncoan. Murni untuk pengenalan sekolah. Setelah selesai kegiatan MPLS, siswa baru kami sudah mulai belajar untuk menerima pelajaran seperti umumnya,” imbuhnya.

Kismono berharap dengan PPDB tahun ini bisa memajukan pendidikan di Jawa Barat. Tidak semuakeinginan masyarakat, putra-putrinya masuk ke sekolah negeri, karena keterbatasan daya tampung. “Intinya semua sekolah sama baik negeri maupun swasta sama, yang penting siswanya serius belajar,” pungkasnya. [SR]***