Majalah Sora|Wednesday, March 20, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » 24 Finalis Moka Kota Bandung Unjuk Kabisa Di Saung Angklung Udjo

24 Finalis Moka Kota Bandung Unjuk Kabisa Di Saung Angklung Udjo 

SONY DSCTjep Dahyat Kepala Bidang Pengkajian Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung

majalahsora.com, Kota Bandung – 24 finalis Moka (Mojang-Jajaka) Kota Bandung tahun 2018 melakukan unjuk kabisana (bakatnya). Berlangsung di Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka, Kota Bandung, Minggu (21/10/2018) malam.

Tjep Dahyat selaku Kabid Pengkajian Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung yang hadir pada acara tersebut menjelaskan, bahwa kagiatan ini merupakan rangkaian tahapan dari pengkayaan pencerahan bagi Moka Kota Bandung.

SONY DSCTjep Dahyat memuji peningkatan jumlah peserta dan kualitas Moka Kota Bandung 2018

“Kegiatan ini masuk ke dalam pra karantina. Dalam tahapan pra karantina itu para finalis diberikan materi-materi pengetahuan umum, materi tentang budaya, pariwisata termasuk bahasa Sunda. Mereka harus betul-betul percaya diri dan berani berbahasa Sunda,” terang Tjep Dahyat, di sela-sela kegiatan.

Menurut pengakuannya, selama ini kelemahan para Moka tidak berani (berbicara bahasa Sunda) karena takut salah.

SONY DSCJuri Unjuk Kabisa

“Tahun sekarang ada porsi yang lebih besar untuk materi penguasaan bahasa Sunda di samping bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional. Mudah-mudahan dalam peningkatan proses pra karantina ini akan menghasilkan para finalis  Moka (di grand final)  yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Tjep Dahyat.

Sebelum diadakan unjuk kabisa, para finalis diuji dalam keterampilan pinton anggon. Berjalan di atas cat walk menggunakan pakaian dari desainer-desainer muda Kota Bandung yang digelar beberapa waktu ke belakang.

SONY DSCUnjuk Kabisa Moka Kota Bandung dipadati oleh penonton serta para pendukungnya 

Tercatat ada 24 peserta yang memakerkan kabisana/bakatnya. Di hadapan para juri dan ratusan penonton yang memadati tempat pagelaran angklung ternama di Kota Bandung. Mereka seoptimal mungkin menampilkan yang terbaik untuk dinilai para juri.  

Pada kesempatan tersebut setiap peserta diberi kesempatan selama tiga menit untuk mementaskan bakatnya. Para pesertanya sendiri ada yang memamerkan bakat baca puisi (bahasa Sunda), bermain alat musik, drama monolog, juggling, seni bela diri penca silat, bermain angklung, menyanyi, tari jaipongan, dan lainnya.

SONY DSCRico, (kiri) pembawa acaranya merupakan alumni Moka Kota Bandung, kini aktif sebagai presenter berita basa Sunda Kalawarta di TVRI Jabar

“Setelah unjuk kabisa, besok (22/10/2018) mereka masuk ke tahap karantina. Di tahap karantina penilaian terus berlangsung. Dari mulai sikap berbicara kemudian ada pengetahuan untuk mereka. Sehingga pada acara grand final yang dilangsungkan tanggal 27/10/2018 di Haris Hotel & Conventional, benar-benar sudah siap,” kata Tjep Dahyat.

Saat majalahsora.com menanyakan perihal kualitas penyelenggaraan Moka tahun ini, dirinya memaparkan bahwa secara kualitas dan kuantitas meningkat.

SONY DSCShakira salah satu finalis Moka yang menampilkan drama monolog mengenai Dewi Sartika 

“Saya kira ada kemajuan dari segi kuantitas peserta (penjaringan dari 98 peserta), peningkatan kualitas proses dari pihak penyelenggara. Di samping itu ada kemajuan dari kecerdasan para Moka,” kata Tjep Dahyat yang pernah menjadi Kabid SMP Disdik Kota Bandung.

Ia berharap para finalis Moka Kota Bandung bisa memenuhi unsur 3 B (beauty, brain serta behavior). Kata Tjep para Moka harus beauty tetapi bukan hanya geulis dan kasep secara fisik saja tetapi inner beauty (cantik batinnya) juga.

Selain itu memiliki brain (pengetahuan) yang mumpuni. Berikutnya behavior, sikap dan perilakunya. Betul-betul Nyunda bukan pupulasan (hanya luarnya saja), tetapi menjadi karakter yang dibangun sejak melakukan/mengikuti proses Moka.

SONY DSCTampilan penca silat

“Sampai saat ini para finalis Moka telah mengikuti rangkaian kegiatan selama satu bulan. Terus menerus mereka dilatih, diberi pencerahan, pembelajaran/pengetahuan serta lainnya. Mudah-mudahan dengan peningkatan kualitas ini, kita mendapatkan Moka yang bisa menjadi duta budaya dan pariwisata Kota Bandung,” katanya.

Di ahkhir wawancara Tjep Dahyat berharap para Moka Kota Bandung, bisa merepresentasikan generasi muda Kota Bandung. Menjadi teladan bagi sesama insan, panutan adik-adiknya serta kebanggan bagi orangtua serta Kota Bandung. [SR]***